HBA Pemimpin Yang Dicintai Dan Mencintai Rakyatnya

FB_IMG_1428836909985Berita Sungai Penuh, Kerincitime.co.id – Drs.H.Nizam Hasan, salah seorang sahabat karib Hasan Basri Agus,MM dalam diskusi ringannya dengan penulis di kawasan Jalan Pancasila Sungai Penuh, beberapa pekan yang lalu menengemukakan bahwa sosok dan kepribdian pak HBA saat ini masih sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan di Propinsi Jambi, Visi Jambi Emas jilid I tidak lama lagi akan rampung. Dan untuk kesinambungan dan agar tidak putus di tengah jalan maka harapan sebagian besar masyarakat masih sangat membutuhkan kesediaan HBA untuk tampil kembali melalui Pilgub untuk membawa masa depan rakyat di Propinsi Jambi ke arah kehidupan yang lebih baik. Memang banyak pihak mengakui bahwa HBA telah mampu mewujudkan impian banyak orang yang menginginkan agar pembangunan sarana infrastruktur untuk di tingkatkan disamping pembangunan di sub sektor pertanian, pertambangan industri (Jasa), Kebudayaan dan Pariwisata Harapan ini sebagian besar telah mampu beliau wujudkan, sebagian lain masih dalam tahapan proses pelaksanaan yang Insya Allah dalam waktu jeln 5 tahun kedepan akan dapat di wujudkan Berbicara dengan masa lalu, Nizam Hasan mengemukakan bahwa sosok Hasan Basri Agus lahir kalangan masyarakat dusun yang sederhana, wakau lahir dari desa yang jauh dari Kota, akan tetapi HBA memiliki impian untuk menjadi yang lebih baik,dan mimpi itu satu demi satu telah di raihnya, mimpi itu mampu beliau wujudkan dalam bentuk kenyataan bukan hanya sekedar pernyataan Perjalanan karis sebaagi Birokrat terbilang aneh dan uniek, HBA mulai jadi PNS dengan golongan paling rendah (1/b),perlahan namun pasti HBA terus melanjutkan pendidikan baik di Pesantren maupun pendidikan umum,beliau mulai melakkan perjuanhan sejak tahun 1977, disamping memiliki ijazah sekolah madrasah,HBA menamatkan pendidikn di SMA Muhammadiyah tidak jauh dari Masjid Agung Al-Falah Jambi dan beliau melanjutkan ke IKIP Broni sekarang Universitas Batanghari (UNBARI), walau keinginannya kuat akan tetapi dengan kondisi ekonomi keluarganya HBA tidak dapat meneruskan sekolahnya di IKIP karena masalah biaya sehingga memaksanya mencari biaya hidup dengan bekerja sebagai tukang ketik di kantor Dinas Kesehatan, sebagai pegawai honorer yang digaji sangat kecil dan terkadang gajinya turun 4 bulan sekali, maka HBA mencari tambahan hidup mencari ikan seluang dengan cara menyauk (seser ikan berbentuk kecil), ia melakukan itu sepanjang sungai batanghari bahkan dari malam hingga pagi menjelang, kemudian hasil tangkapanya itu ia jual ke pasar angso duo. Dari keikhlasanya berjuang untuk sekolah, akhirnya Hasan Basri Agus diangkat sebagai Pegawai Negeri di Dinas Kesehatan tempat ia menjadi Tukang Ketik.Tidak berselang lama, ada dua pilihan tawaran menarik untuk HBA, yang pertama ditawarkan posisi di bagian bendahara Dinas Kesehatan tempat Ia bekerja atau dibiayai untuk melanjutkan sekolahnya di APDN. Tahun 1980 di APDN inilah HBA merasa bersyukur dan bersungguh- sungguh meraih cita-citanya, dimasa itu juga ia menikah dengan pujaan hatinya Yusniana. Selesai di APDN tahun 1988 ia di percaya menjabat sebagai Sekwilcam Kecamatan Muara Bulian, kemudian pada bulan Agustus 1988, HBA diangkat menjadi kasubag Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi Jambi dan ditahun yang sama beliau kembali di percaya menjadi Camat Perwakilan Muaro Sebo Kabupaten Batanghari, hebatnya disela-sela waktu itu pula dia melanjutkan kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU). Sebagai Pegawai Negeri Sipil, dengan kemampuan dan leadership yang dimiliki, tahun 1989 HBA dilantik menjadi camat Mersam Kabupaten Batanghari dan setahun berikutnya 1990 dia diminta menjadi camat Muara Tembesi Kabupaten Batanghari. Semakin tahun karir Hasan Basri Agus semakin meningkat, di tahun 1994 Kabupaten Tingkat II Bungo Tebo meminta beliau menjadi kepala kantor Catatan Sipil, dan di tahun 1996 Kabupaten TK II Batang hari kembali meminta beliau menjabat sebagai Pj.Asisten II Sekwilda dan pada tahun 1997 pemerintah Provinsi Jambi meminta beliau untuk menjadi kepala biro Kepegawaian Sekwilda Provinsi Jambi dan pada akhirnya di tahun 1999-2006 HBA menduduki jabatan tertinggi dijajaran PNS Kota Jambi sebagai Sekretaris Daerah. Pada tahun 2006 Hasan Basri Agus terjun kedunia politik , tepatnya pada bulan juli 2006 beliau terpilih dan dilantik menjadi Bupati Kabupaten Sarolangun periode 2006-2011, melihat kharismatiknya, pada PILGUB 2010 masyarakat Jambi menginginkan beliau untuk menjadi Gubernur dan pada tanggal 19 Juni 2010 Hasan Basri Agus (HBA) terpilih menjadi Gubernur Jambi dan tepatnya pada hari selasa 03 Agustus 2010 beliau dilantik menjadi Gubernur Jambi ke-10 dan satu-satunya Gubernur Jambi yang menerima tanda Bintang Mahaputera Utama , sebagai tanda Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia atas jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara.(Budhi/adv)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Berita Terkait By Google News

Apa Komentar Anda Tentang Artikel Ini?

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful