Nasional

Ismail Bandingkan Perlakuan Firaun Terhadap Nabi Musa Terkait Menag Larang Khilafah

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto membandingkan perlakuan rezim Presiden Joko Widodo terhadap khilafah dengan perlakuan Firaun terhadap Nabi Musa AS.

Perbandingan itu ia buat kala merespons pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang bakal melarang paham khilafah di Indonesia.

Menurut Ismail, pemerintahan Jokowi berlebihan menanggapi kelompok pro khilafah. Mengutip survei SMRC, Ismail menyebut kelompok pro-khilafah hanya berjumlah sedikit.

“Sebenarnya radikalisme kalau pakai ukuran statistik pada derajat controllable, 9 persen kan mereka sebut. Berarti 90 persen menolak khilafah, enggak perlu takut,” kata Ismail dalam diskusi “Masa Depan Umat Lima Tahun ke Depan” di Gedung Joeang 45, Jakarta, Kamis (31/10).

“Tapi Firaun tidak pernah begitu, dia pikir bayi itu (Musa) sekarang lama-lama dia jadi bukan bayi. Anak macan lama-lama jadi macan,” imbuhnya.

Ismail berkata ketakutan pemerintah akan gerakan khilafah membuat mereka melakukan segala cara. Misalnya, penggunaan diksi radikal.

Ia menilai ada pergeseran cara pemerintah untuk memerangi umat Islam. Dulu, katanya, cara yang digunakan adalah dengan memberi cap terorisme atau war on terrorism. Kini, pemerintah mengecap gerakan Islam dengan radikalisme atau war on radicalism.

“Ternyata tidak semuanya isu terorisme, karena tidak semua menggunakan kekerasan. War on radicalism intinya siapa saja yang anti-demokrasi dan menginginkan Islam sesungguhnya itu radikalisme,” ucap dia seperti dilansir CNNIndonesia. (Irw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button