HOT NEWS

Jafar Akhmad: Suara Etnis Penentu Kemenangan Pilgub

Berita JAMBI – Dua calon Gubernur (Cagub) yakni Hasan Basri Agus (HBA) dan Zumi Zola sudah dipastikan bertarung di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun ini.  Namun, siapa yang akan menjadi pendampingnya masih menjadi teka-teki.  Hanya saja, untuk Zumi Zola sendiri sinyal kuat pendampingnya adalah Fachrori Umar. Hal ini terlihat dari statemen Zulkifli Nurdin baru-baru ini yang menyatakan survei Fachrori Umar cukup tinggi.

Sedangkan pendamping HBA, ada kemungkinan berasal dari tokoh PDIP.  Tapi, siapakah tokohnya, belum diperoleh kepastian. Hanya dari nama-nama yang beredar ada yang menyebutkan antara Edi Purwanto dan Irsal Yunus. Tapi pengamat politik menilai, untuk menentukan wakil, identifikasi sosiologis sangat penting.

‘’Survei terakhir HBA dan Zumi Zola yang berpeluang menang. Kalau pun ada wakil itu hanya membantu mendongkrak suara. Cuma kalau untukmenjadi lebih tinggi itu agak sulit,’‘ kata pengamat politik Jafar Ahmad.

Baca juga:  Tega Tukang Kebun Tewaskan Kepala BPBD Merangin, Ini Motif Pelaku

Mahasiswa S3 politik UI ini menyebutkan jika tanpa money politik atau politik uang, masyarakat saat ini lebih memilih calon yang punya kedekatan sosiologis dengan calon gubernurnya. Artinya, wilayah dan etnis bermain dalam menentukan kemenangan dalam pemilihan 5 tahunan itu.

‘‘Kedekatan sosial ini banyak, karena pengaruh etnis, wilayah, agama, budaya, tradisi dan asal usul,’‘ jelasnya.

Disarankannya, perlu diperhatikan HBA dan Zumi Zola identifikasi sosiologis calon pendampingnya. Biasanya katanya, wakil yang berasal dari etnis berprimordial tinggi akan sangat mendukung dalam menggaet suara. Misalnya, wakil yang berasal dari etnis Jawa, Kerinci atau Sumatera Utara.

‘’Jadi orang jawa di Tebo, Kerinci, Muaro Jambi itu relatif sama memandang kejawaannya walau mereka di daerah berbeda,’‘ tambahnya.

Baca juga:  Arab Saudi Buka Kembali Ibadah Umrah Mulai 10 Agustus 2021

Dia menerangkan, sisi ketokohan seseorang saat ini tak lagi menentukan kemenangan dalam Pilgub ini. Pasalnya, calon gubernur yang bakal bertarung kali ini diprediksi punya kekuatan yang sama dan memiliki kans yang sama untuk menang. Lalu bagaimana kemungkinan tokoh muda yang menjadi pendamping kedua calon itu? Dia menyebut, tokoh muda sama sekali tak mempengaruhi. ‘‘Kalau misalnya HBA mencari wakil dari tokoh muda, itu hanya kecil indikatornya. Misalnya muda tapi tidak terkenal kan beda dengan muda dan terkenal,’‘ terangnya.

Begitu pula dengan Zumi Zola, sambungnya, jika ingin memilih wakil yang lebih senior juga harus mempertimbangkan hal itu. Pilih wakilnya katanya, jangan hanya sekedar senior saja.

Baca juga:  Beredar Informasi, Galian C Illegal di Kerinci Masih Beroperasi, Meski Sudah Tersangka

‘’Kan banyak tu tokoh yang senior. Namun variabelnya banyak lagi. Muda atau senior itu hanya variabel kecil, makanya perlu variabel lain yang mendukung untuk mendulang suara,’‘ tegasnya.

Sementara Joni Najwan, pengamat Politik dari Universitas Jambi mengatakan, indikator utama dalam menentukan wakilnya adalah bisa bekerjasama dengan Gubernur terpilih nantinya. ‘‘Sekarang kedua calon itu memenuhi persyaratan untuk maju. Namun keduanya ada plus minusnya. Nah tinggal lagi bagaimana wakilnya nanti bisa menutupi minus dari kedua calon tadi,’‘ sebutnya. (wsn/jambiupdate)

Show More
Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>