Mahasiswa Suku Anak Dalam Kunjungi Objek Wisata Danau Kerinci

Direktur Kopsad bersama besudut di Danau Kerinci, Besudut menerima bingkisan dari aktifis Perempuan Kerinci Dra.Irina Savitri saat mengunjungi Redaksi Media On Line Kerincitime

Direktur Kopsad bersama besudut di Danau Kerinci, Besudut menerima bingkisan dari aktifis Perempuan Kerinci Dra.Irina Savitri saat mengunjungi Redaksi Media OnLine Kerincitime

Kerinci Time ,Sungai Penuh. Ingatkah anda dengan “Besudut”?  Bocah suku pedalaman Jambi(suku anak dalam)dari kawasan Taman Nasional Bukit 12 Makekal Tanah Garo  yang menjadi mu’alaf  10 tahun yang lalu kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda  dan berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Tebo dan pada penerimaan Mahasiswa baru  Besudut alias Irman Jalil berhasil diterima menjadi Mahasiswa Univrsitas Negeri Jambi program studi PGSD Campus Muara Bulian.

Selama 2 hari Jum-at- Sabtu 20-21 Desember 2013, Besudut di dampingi rekannya sesama mahasiswa PGSD Unja  mengunjungi Objek Wisata Danau Kerinci.

Disamping mengunjungi objek wisata danau Kerinci ,besudut juga menyaksikan panorama alam hutan Taman Nasional Kerinci Seblat(TNKS) dan mengunjungi Redaksi Media On Line Kerincitime di kawasan Kumun Debai Kota Sungai Penuh.

Di Kantor Redaksi Media On Line Kerincitime,Besudut diterima penanggung jawab Kerincitime Martono,S.Pd dan staf redaksi Kerincitime Angga, pada kesempatan kunjungan mendadak itu Aktifis perempuan Jambi Irina Savitri Rusdi menyerahkan bingkisan  alat tulis dan buku tulis kepada Besudut.

Kepada Media ini Besudut menyebutkan, ‘Ake menjadi mualaf taun duo ribu tigo,ake tertarik menjadi mualaf  di bantu oleh pak Kopsad”.- setelah menjadi mualaf ake masuk SD lansung kelas 4,sebelumnya ake sudah pernah belajar membaco,jadi dak sulit bagi ake untuk mengikuti pelajaran, lulus SD,ake masuk SMP di dekat Buluran Panjang,tapi ake sempat menganggur setahun,dan tahun berikutnya ake masuk SMP terbuka di Tanah Garo,akhirnya masuk SMA Negeri 14 Tebo dan luluih tahun 2013.

Selamo di SMA,ake selalu didampingi dan di dibina oleh pak Edrward Keliad,S.Pd.Beliau guru Olah Raga yang diangkat tahun 2011, Bepak Edward Keliad setiap hari selalu membina dan  mengajar ake menjadi “tukang” setiap hari pak Edward selalu bilang kalau ake “tukang”(tukang = Bisa /mampu) ake bisa jadi guru,dan kalau ake yang ngajarin anak anak di rimbo mako anak anak di rimbo akan menjadi”tukang”pulo,Kenang Besudut mengingat sang guru yang telah memberi motivasi dan membimbingnya”

Bak Pelita ,Edrwad Keliad,S.Pd mampu menjadi suluh bindang bagi seorang anak rimba “Besudut” ia tak mengharapkan balas jasa, mimpinya kelak besudut bisa menjadi obor bagi anak anak dan generasinya di rimba TNB 12 yang kian tak rimbun lagi.

Dra,Irina Savitri Rusdi tokoh aktifis perempuan Jambi asal alam Kerinci kepada Media ini mengemukakan, apa yang terjadi pada sosok besudut anak rimba yang selama ini terkesan sulit menerima pembaharuan,ternyata ia mampu menembus tembok hutan yang selama beratus tahun membelengu dan mengisolasi masyarakat SAD  dengan dunia luar.

Saat ini, kita sudah mesti mengatakan kepada mereka bahwa dunia ini tidak selebar hutan bukit dua belas, di luar hutan TNB 12  masih terbentang luas jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Direktur Kopsad Budhi VJ Rio Temenggung kepada media ini mengemukakan,sejak kurun waktu 10-15 tahun terakhir telah terjadi perubahan yang luar biasa terhadap masyarakat pedalaman (SAD),mereka kini telah membuka diri,sebagian dari mereka telah hidup menetap,memeluk agama dan 2 tokoh terkemuka suku anak dalam TNB 12 Propinsi Jambi yakni Temenggung Tarib dan Temenggung Birin telah memeluk agama dan mereka berdua telah menunaikan ibadah haji,beberapa orang putra-putri SAD telah bersekolah dan menjadi santri.

Perubahan ini tidak  lepas dari peran serta  aktifis aktifis LSM penggiat pemberdayaan, rekan rekan  pers -dan dukungan Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus,MM,Pemerintah Daerah/kabupaten di Propinsi Jambi dan perusahaan perkebunan PT Krena Duta Agro Indo dan PT.Sari Aditya Loka.

Aktifis bertubuh subur itu mengharapkan para donatur dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada Besudut untuk tidak melakukan euforia dalam membantu besudut, saya harap bantuan diberikan dalam bentuk pancing bukan dalam bentuk ikan, jika besudut selalu di berikan ikan atau umpan kita khawatir ia akan menjadi tergantung dengan umpan,jadi perlu ada orang tua asuh yang benar benar mengasuh Besudut dengan sungguh sungguh

Bantuan sebaiknya diberikan dalam bentuk beasiwa yang dikelola oleh pihak Unja atau Pemerintah daerah( Dinas Sosnakertrans Propinsi Jambi) dan bantuan sebaiknya tidak dalam bentuk stimulan,dan secara pribadi saya telah melapor kepada Dirjen Pemberdayaan Sosial Drs.Hartono Laras,M.SI dan Direktur KAT Marsali,SH,  dan beliau meresposn positif adanya  anak Suku Anak Dalam yang diterima di Perguruan Tinggi Unja(( Bj-Tim)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Apa Komentar Anda Tentang Artikel Ini?

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful