Pasca penutupan Lokalisasi Pucuk nanti, Walikota Jambi mengatakan di lokalisasi akan dibangun Pos Pengamanan yang dijaga aparat gabungan TNI-Polri. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan pasca penutupan lokalisasi tersebut.
Kata Fasha, pihak Pemkot Jambi telah berkoordinasi dengan Korem dan Polda Jambi yang akan membuat Pos Pengamanan Terpadu. Pos Pengamanan Terpadu tersebut akan diisi oleh 20 personil dari anggota kepolisian, TNI dan Denpom (Detasemen Polisi Militer) yang dibagi menjadi 3 shift selama satu bulan.
“Usai penutupan, nanti kita tempatkan 20 personil di Pos Terpadu yang akan mengamankan bekas lokasi prostitusi tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut Fasha menerangkan, selain itu pihaknya juga akan melakukan razia rutin untuk menegakkan Perda No 2 tahun 2014.
” Kita juga akan rutin gelar razia agar tempat tersebut sama sekali tidak melaksanakan lagi praktek prostitusi,” tutup Fasha.
Walikota tidak menjelaskan, soal penutupan praktek prostitusi lain selain lokalisasi tersebut. Padahal praktek prostitusi di Kota Jambi tak hanya terjadi di lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk saja. (sr28)