Peneliti : Berbadan Pendek Lebih Berisiko Serangan Jantung

Jakarta, Risiko serangan jantung biasanya menghinggapi orang-orang yang obesitas, mengidap diabetes atau merokok. Namun sebuah studi baru menemukan tinggi badan ternyata juga mempengaruhi risiko ini. Menurut peneliti, orang yang tinggi lebih kecil risikonya untuk terkena serangan jantung.

Riset yang dilakukan Michael Miedema dari Minneapolis Heart Institute Foundation ini mengungkapkan bahwa tinggi badan dapat menurunkan risiko pembentukan plak yang dapat memicu serangan jantung.

“Ternyata kaitan antara tinggi badan dan penyakit jantung koroner telah diperlihatkan dalam beberapa studi sebelumnya, namun mekanisme di balik keterkaitan ini tidaklah jelas. Barulah pada studi kami ditemukan bahwa kaitan itu terletak pada pembentukan plak di arteri koroner,” tutur Miedema seperti yang kerinci time kutip dari Daily Mail, Selasa (17/12/2013).

Untuk mengetahui adanya coronary artery calcium (CAC) atau penanda adanya plak dalam arteri yang mengirimkan darah ke jantung, peneliti menggunakan CT scan. CAC sendiri merupakan salah satu indikator utama serangan jantung di masa depan dengan peningkatan risiko jantung koroner hingga 10 kali lipat pada pasien-pasien yang kadar CAC-nya juga bertambah.

Dan ini telah dibuktikan peneliti dengan mengamati 2.703 pasien dari Family Heart Study. Ternyata pada partisipan yang lebih tinggi, plak yang terbentuk di pembuluh darahnya lebih sedikit sehingga risiko penyakit jantungnya juga otomatis lebih rendah.

Selain itu partisipan pria dan wanita yang tubuhnya paling tinggi mengalami pembentukan plak dalam pembuluh darah 30 persen lebih sedikit daripada partisipan yang paling pendek, sehingga risiko serangan jantung mereka jadi lebih rendah.

Miedema juga mengedepankan jika kondisi ini tak berbeda antara pria maupun wanita, bahkan setelah disesuaikan dengan faktor kardiovaskular lainnya seperti usia, status merokok, kadar kolesterol tinggi dan diabetes,

“Beberapa studi lainnya menunjukkan orang yang lebih tinggi kerap mengalami perubahan tekanan darah karena tinggi badan mereka tapi ternyata perubahan ini tidaklah signifikan serta bukan menjadi satu-satunya penyebab adanya keterkaitan antara risiko serangan jantung dengan tinggi badan,” Pungkasnya.

Dari review terhadap 52 studi yang melibatkan lebih dari tiga juta partisipan sebelumnya juga menemukan orang dewasa yang bertubuh pendek berpeluang 1,5 kali lebih besar untuk mengidap penyakit kardiovaskular dan meninggal karenanya, dibandingkan orang yang berbadan tinggi.

Pria yang pendek juga sepertiga kali lebih tinggi risikonya untuk meninggal karena berbagai penyebab dalam periode tertentu dibandingkan pria yang tinggi. Sedangkan untuk wanita pendek, risiko kematian dini ini tercatat 5,5 persen lebih besar.

Para pakar pun berasumsi salah satu penyebab utama mengapa orang-orang yang lebih pendek cenderung mudah terserang penyakit jantung adalah karena mereka memiliki pembuluh darah koroner yang lebih pendek sehingga lebih rentan dan lebih cepat mengeras ketimbang orang yang badannya tinggi.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Apa Komentar Anda Tentang Artikel Ini?

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful