HOT NEWSKerinci

Proyek Jembatan Senilai Rp. 5.1 M Dikerjakan Asal-Asalan, Aduk Semen Pakai Molen dan Ekskavator

Proyek Jembatan Senilai Rp. 5.1 M Dikerjakan Asal-Asalan, Aduk Semen Pakai Molen dan Ekskavator
Proyek Jembatan Senilai Rp. 5.1 M Dikerjakan Asal-Asalan, Aduk Semen Pakai Molen dan Ekskavator

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Proyek Bangunan Jembatan I Siulak, Link Sungai Penuh menuju Liter W perbatasan Sumbar, senilai Rp. 5,1 Milyar, dikerjakan CV. Adhi Putra Karya, sumber dana dari APBN dengan lama pekerjaan 240 hari Kalender itu banyak menuai masalah dengan pekerjaan asal – asalan saja.

Menurut sumber dari siasatinfo.co.id media partner kerincitime.co.id, yang tercantum pada RAB, Pengecoran mestinya dilakukan dengan menggunakan Redomik Becing Plant dengan mutu beton FC 30 dengan komposisi redomik 650 kg semen per kubik dan memakai zat Aditif ( pengental/ pengeras, stabil air, dan obat anti lumut).

Baca juga:  Mensediar : Jangan Terlalu Euforia Sehingga Melemahkan Upaya Pencegahan Covid-19

Kenyataan dilapangan pihak pelaksana dari CV Adhi Putra Karya, malah menggunakan molen sebagai pengaduk semen dan alat berat Ekskavator dengan alasan teknis kerja yang tak jelas.

“Ini tak bisa di tolerir karena pekerjaan tak sesuai dengan yang teruang dalam RAB. Masak menggunakan molen dan Ekskavator untuk mengaduk semen.

“Lalu mutu FC30 dengan kekuatan yang lebih tentu akan berkurang secara drastis. Ini jembatan jalan nasional yang dilewati berbagai mobil yang bermuatan berat. Ya, tak bisalah asal dikerjakan,” ujarnya.

Dikatakan sumber lagi, dalam RAB tertuang untuk galian biasa sebanyak 7300 kubik mesti dibuang keluar dengan menghabiskan anggaran biaya Rp 759 juta dan mobilisasi sekitar 241 juta.

Baca juga:  Bambang Hermanto Sebut Kabar Pasien Positif Corona di Sarolangun Kabur Itu Hoax

Fakta lapangan pihak pelaksana malah melakukan pembuangan tanah banyak dilakukan lansung ke sungai dan sekitar lokasi.”Memang ada yang dibuang keluar dengan menggunakan dump truck. Tapi bisa kita hitung berapa trip saja” ungkapnya.

Ada dugaan pelaksanaan proyek jembatan ini terjadi Mark Up anggaran mencapai 50 persen dari anggaran sebenarnya Rp 5,1 Milyar, seperti yang tercantum dalam RAB.

Hingga berita ini dilansir pihak CV Adhi Putra Karya dan PPK Khusairi dari kantor Balai Jambi yang bertanggung jawab tentang pelaksanaan pekerjaan jembatan I Siulak ini, belum dapat diperoleh keterangannya. (red).

Tags
[nug_data_corona data="indonesia" provinsi="Jambi" style="card"]

Related Articles

Back to top button
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close