Rumah warga dibakar OTK, 20 KK terlantar di Distrik VIII WKS. Foto: Rian/Jambiseru.com
Rumah warga dibakar OTK, 20 KK terlantar di Distrik VIII WKS. Foto: Rian/Jambiseru.com

Rumah SAD Dibakar OTK, 20 KK Terlantar di Distrik VIII WKS

Rumah warga dibakar OTK, 20 KK terlantar di Distrik VIII WKS. Foto: Rian/Jambiseru.com

Rumah warga dibakar OTK, 20 KK terlantar di Distrik VIII WKS. Foto: Rian/Jambiseru.com

Kerincitime.co.id, Berita Muara Tebo – Dua Kelompok Suku Anak Dalam (SAD) yaitu kelompok Temenggung Tupak Besak dan Temenggung Bujang Itam yang tinggal di Distrik VIII PT WKS sekarang ini terpaksa hidup terlunta-lunta di kebun-kebun warga, karena rumah tempat tinggal mereka di Sungai Ibul Distrik VIII PT. WKS, Jambi, diduga telah dibakar dan rata dengan tanah.

“Kami ado sekitar 20 KK kini tu tidak punya tempat tinggal lagi. Idak punyo makanan samo pakaian. Rumah kami beserto isinyo telah dibakar,” kata Temenggung Tupang Besak kepada wartawan, Jumat (9/8/2019) dilansir jambiseru.com media partner kerincitime.co.id.

Dikatakannya lagi bahwa warganya beserta warga SAD pimpinan Temenggung Bujang Itam hanya bisa menangis dan bersedih karena semua harta benda milik mereka ludas habis ikut terbakar bersama rumah mereka.

“Sedih nasib kami sekarang, dak punyo apo-apo lagi, galonyo habis tebakar besamo rumah kami,” lanjutnya lagi.

Sementara itu pendamping SAD dari Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik) meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut dan menangkap pelaku pembakaran rumah SAD binaan Orik tersebut.

“Kok rumah mereka (SAD – red) yang dibakar kasihan sekarang mereka dak punya harta dan tempat tinggal lagi,”ujarnya lagi.

Namun saat ditanyakan kepadanya siapa yang membakar rumah warga SAD tersebut serta motifnya, pria berambut panjang ini menolak untuk berkomentar.

“Saya tidak berani menerka-nerka, biarlah polisi yang mengusut tuntas persoalan ini, semoga pelakunya bisa segera ditangkap,” lanjutnya lagi.

Dikatakannya lagi bahwa Temenggung Tupang Besak dan Temenggung Bujang Itam telah tinggal dan menetap di Sungai Ibul jauh hari sebelum ada kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) di sana.

“Saat insiden yang terjadi pada Sabtu (13/7/2019) lalu, dan disertai penangkapan pengurus dan anggota SMB juga sejumlah warga SAD, kelompok Temenggung Tupang Besak menyelamatkan diri ke Sungai Pademan, Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo hingga beberapa hari kedepan,” terangnya.

Ia menyebutkan, karena merasa tidak tergabung maupun terlibat pada kelompok SMB, Ketemenggungan termasuk Temenggung Tupang Besak dan Temenggung Bujang Itam mendatangi Polda Jambi, Senin (5/8/2019). Kedatangan Ketumenggungan ini untuk mengklarifikasi keberadaan mereka sekaligus menjenguk keluarganya yang diamankan di Mako Polda Jambi.

Usai medapat penjelasan dari Polda Jambi dan Polda Jambi berjanji tidak akan apalagi penangkapan terhadap warga SAD, Ketemenggungan pun langsung pulang ke wilayah masing-masing, begitu juga Temenggung Tupang Besak dan Temenggung Bujang Itam.

Karena merasa aman dan dilindungi, Temenggung Tupang Besak dan Temenggung Bujang Itam memutuskan untuk membawa keluarga mereka kembali ke Sungai Ibul Distrik VIII PT WKS.

Namun, betapa terkejutnya mereka saat melihat rumah yang selama ini mereka tempati sudah hangus terbakar. (bud)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Berita Terkait By Google News