Sanggar Seni Incung Alam Kerinci gali tradisi lokal Suku Kerinci

Kerincitime.co.id, Sungai Penuh – Sebagai wujud kepedulian terhadap  tradisi dan kearifan lokal masyarakat Kota Sungai Penuh  dan Masyarakat  Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi, Sanggar Seni Incung Alam Kerinci Kota Sungai Penuh melakukan  action research dan melaksanakan kegiatan penggalian  seni ,sastra dan budaya suku Kerinci yang meliputi dua daerah otonum  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Sekretaris Sanggar Seni Incung Desy, S.Pd  didampingi  anggota Sarung Enggi,Andy dan  Siska  mengemukakan  ,Khusus untuk  seni tradisi, Sanggar seni incung  sejak  sebulan terakhir  menganggat alat musik gong buluh dan ketuk sebuah alat kesenian tradisi  yang nyaris punah, bersama  15 anggota Sanggar  Seni Incung melakukan latihan penggunaan gong buluh dan gendang khas suku Kerinci.

Para seniman dan budayawan muda  anggota Sanggar Seni Incung menata alat musik gong buluh dengan memadukan dengan irama musik  tale  dan  lagu khas  masyarakat di Kota Sungai Penuh-Kerinci.

Dibidang Kebudayaan Sanggar Seni Incung melakukan  action research  dengan mengunjungi  artefak dan benda benda budaya  yang ada di Kota Sungai Penuh dan di Kabupaten Kerinci termasuk  mengunjungi masjid masjid kuno dan rumah rumah tradisional yang berada di Kota Sungai Penuh dan di Kabupaten Kerinci.

Pembina Sanggar Seni Incung, Budhi VJ Rio Temenggung  mengemukakan, direncanakan  Sanggar seni incung  akan melaksanakan  pementasan kolosal alat musik tradisional dan penampilan seni  Sike, pementasan  akan dilaksanakan dalam rangkaian  acara Peluncuran/Launcing Buku Tinjauan Sejarah Kebudayaan Islam di Alam Kerinci dan Launcing  Instrumentalia  Tale/Lagu Sungai Penuh Kerinci.

Acara Launcing akan dilaksanakan akhir  April 2014 di Gedung Umah Empat Jenis  Kota Sungai Penuh yang akan dihadiri  gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus, Walikota Asyafri Jaya Bakri dan Bupati Kerinci H.Adirozal.

Kepada Kerincitime.co.id Pembina Sarung  menyebutkan, selama ini upaya pelestarian  seni tradisi nyaris tidak ada, sejumlah seni tradisi seperti acara betale  kesawah,gong buluh,dan berbagai seni tradisi saat ini terancam punah dan terkubur dalam pusaran peradaban zaman.

Dilain pihak,selama ini rencana pelestarian aksara Incung dan gagasan untuk menjadikan aksara Incung sebagai  salah satu materi pembelajaran muatan lokal  sampai saat ini hanya sebuah isapan jempol dan entah kapan akan menjadi kenyataan, ini menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian dan pengembangan  seni dan budaya daerah.(Budi)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Berita Terkait By Google News

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful