opini

Prof.DR.H.Rizal Djalil,MM Tokoh Nasional asal Sungai Penuh- Jambi peduli Suku Anak Dalam Laporan :BJ. Rio Temenggung

Komunitas Adat Terpencil-Suku Anak Dalam yang mendiami kawasan Taman Nasional Bukit 12 Kabupaten Sarolangun dan warga suku anak dalam Kabupaten Merangin Propinsi Jambi mengharapkan agar pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Pemerintah Propinsi Jambi untuk memperhatikan nasib suku anak dalam secara sungguh sungguh

Hal ini disampaikan H.Mohd.Jailani alias Tarib Mantan Temenggung Suku Anak Dalam di wilayah TNB 12 Air Hitam Sarolangun Propinsi Jambi ketika menyampaikan keluhan nya via telepon Kamis yang lalu ,- Saat ini hutan kian lama kian habis, warga suku anak dalam kian merana di hutan yang kini kian tak rimbun lagi,sebagian diantaranya terpaksa melangun dan mencari makan di tengah tengah kebun sawit milik perusahaan perkebunan swasta nasional atau di kebun kebun karet milik masyarakat di dusun, untuk mempertahankan hidup mereka harus berburu babi dan hewan hewan liar lainnya

Sementara tokoh SAD Merangin Meruncing (30) meminta pihak perusahaan perkebunan dan Gubernur Jambi untuk memperhatikan sarana dan prasarana kehidupan warga suku anak dalam yang saat ini bagaikan hidup antara dua dunia, Saat ini kami telah bermukim di rumah yang dibangun oleh LSM dengan bantuan Perusahaan perkebunan kelapa sawit, tapi sarana ekonomi yang dapat menunjang kehidupan belum dibangun.

Warga Suku Anak Dalam tradisional yang kini mulai belajar hidup menetap dan mulai bergaul dengan masyarakat itu sebagian besar warga itu tidur masih beratap lagit,berselimut embun dan berbantal lengan ini berharap agar pemerintah untuk lebih serius mengurus suku terasing yang kini hidup tanpa memiliki arah dan tujuan hidup yang pasti.

Tokoh Masyarakat Merangin beberapa waktu yang lalu kepada wartawan media ini menyebutkan, bahwa masalah suku anak dalam adalah masalah bangsa,bagaimanapun jelek dan bagusnya kondisi suku anak dalam tetap mempengaruhi nama baik Indonesia di mata dunia internasional.

Semestinya Pemerintah kita harus merasa malu melihat Pemimpin Pemerintahan dari luar negeri seperti PM Norwegia memberikan kepedulian terhadap persoalan anak anak bangsa kita sendiri, dan bangsa ini juga harus punya tanggung jawab bersama untuk memberdayakan suku anak dalam, dan jangan ada diantara kita yang menjual kekubuan kubu dengan alasan pelestarian,sebab bagaimanapun juga suku anak dalam itu juga orang yang mesti lebih di orangkan lagi

Beberapa tahun yang lalu jarang kita mendengar ada warga SAD yang meninggal dunia karena sakit dalam waktu yang hampir bersamaan, dulu sejumlah pejabat termasuk anggota DPR-RI.Prof.DR.H.Rizal Djalil yang saat ini menjadi pimpinan BPK-RI selalu memberikan perhatian dan memperjuangkan nasib warga suku anak dalam, bahkan saat menjadi anggota DPR-RI H.Rizal Djalil telah beberapa kali mengunjungi warga pedalaman propinsi Jambi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button