Jambi

Taufik Hidayat: Banyak Tikus di Kemenpora, Olahraga Susah Maju

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Serangan legenda bulu tangkis Indonesia,Taufik Hidayat tak berhenti perihal kebencian orang terhadap dirinya. Saat menjadi bintang tamu podcast milik Deddy Corbuzier, Taufik mengatakan olah raga Indonesia tidak akan pernah maju siapapun yang menjadi menterinya. Penyebabnya adalah korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mendarah daging, dilansir Jambilink.com media partner Kerincitime.co.id.

“Saya bilang, mau menteri siapapun, kalau gak diganti (orang-orang yang bekerja di Kementerian) separonya, olahraga akan begiru terus, gak bakal bisa maju. Itu harus setengah gedung dibongkar, tikusnya banyak banget,” ujarnya dalam tayangan yang berjudul Buka Mata Loe! Semua Koruptor!?  Taufik Hidayat Nekat Bicara!! yang tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier pada Senin, 11 Mei 2020.

Baca juga:  Al Haris Lantik Muzakir Jadi Kadis PUPR Jambi dan Johansyah Asisten II

Ia mencontohkan korupsi yang terjadi di Kemenpora saat ia menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 itu.  “Kenapa gak terlihat di KPK. Gak tahu deh, kan semua butuh bukti,” ujarnya.

Ia mencontohkan masalah akomodasi bagi atlet. “Ada 500 atlet Pelatnas disewakan di hotel. Misalnya harga sewa per kamar Rp 500 ribu. Kalau kita masukin orang banyak ke hotel kan suka dapat diskon. Itu dikalikan sebulan. Berapa coba. Makanya mereka enak, jadi PNS di Jakarta, punya rumah punya mobil punya cicilan berapa. Ini yang gue rasain, gue lihat, cuma gak ada bukti, dengan omongan doang, siapa yang akan percaya.”

Baca juga:  Gebyar UMKM Jambi 2024: Al Haris Dorong Pelaku Usaha Kreatif dan Inovatif

Masalah lainnya adalah birokrasi yang berbelit sementara kebutuhan atlet berlatih itu mendesak. “Olahraga itu gak bisa ditunda tapi budgetnya susah padahal dananya ada prosesnya yang lama, gak pernah jadi prioritas. Begitu duit sampai, nilainya sudah beda (berkurang),” ucap ayah dua anak ini.

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini mengatakan, selain tidak menjadi prioritas, penentuan orang yang mengendalikan Kemenpora pun bukan orang yang benar-benar memahami olahraga. “Harusnya menteri olahraga dan kepemudaan itu dipisah. Jadi biar fokus ke olahraga dan prestasi. Kalau menterinya dari partai, dia akan condong ke Kepemudaan, butuh menghitung suara saat pemilu,” katanya.

Padahal, menurut Taufik, cara untuk menaikkan martabat di mata dunia adalah melalui olahrga. “Cuma olahraga doang yang bisa menaikkan (bendera) Merah Putih. Contoh Cina, dia gimana caranya menyalip Amerika di Olimpiade.”

Baca juga:  Wagub Abdullah Sani Sambut Kepulangan Jemaah Haji Jambi Kloter 24

Taufik juga menyorot soal penentuan duta olahraga yang turut membawa sukan di Indonesia terperosok ke dalam. “Duta olahraga dipilih artis yang tahunya yoga, gak paham olahraga. Kalau ditanya plonga-plongo, kasihan artisnya.”(Irw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button