
Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Hasil Survey yang direalise oleh Lebaga Survey Idea Institute dinilai banyak kalangan tidak masuk akal, meskipun sudah melakukan sesuai kaidah penelitian ilmiah, ternyata survey tersebut sudah lama, dan tidak bisa dijadikan acuan untuk pemilihan Kepala Daerah yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018n ini, seharusnya survey yang direalis adalah survey satu bulan menjelang pemilihan.
Bukan hanya itu, parahnya lagi Lembaga Survey Idea Institute juga diduga berpihak kepada kandidat tertentu, hal ini diungkapkan Johan salah satu Partai Pengusung Monadi-Edison, menurutnya tidak masuk akal dan dugaan keberpihakan Lembaga Survey tersebut terlalu kelihatan dari hasil surveynya.
“survey tersebut selain survey yang sudah lama dan tidak bisa menjadi referensi untuk pilkada kerinci, survey tersebut diduga pesanan, dan lebanganya juga diduga berpihak kepada kandidta tertentu” ungkapnya.
Seperti diketahui dan diberitakan di media masa, bahwa survey Idea Institute ada dua kali, pertama tanggal 23 – 29 Maret 2018. Dan kedua survey dilakukan pada tanggal 15 – 20 April 2018, kedua survey tersebut mengunggulkan kandidat nomor urut tiga dibandingkan dengan nomor urut 1 dan 2.
Pasangan Zainal Abidin-Arsal Apri unggul dengan tingkat eletabilitas 23 persen. Kemudian, pasangan Adi Rozal-Ami Taher naik ke urutan kedua dengan tingkat eletabilitas 20,2 persen dan diurutan terakhir pasangan Monadi-Edison dengan elektabilitas 20 persen . Sebanyak 20,6 persen masyarakat menyatakan tidak tahu dan 16 persen masih merahasiakan pilihan.
Sedangkan eletabilitas tanpa variabel tidak tahu, eletabilitas Zainal Abidin-Arsal Apri mencapai 36,4 persen. Kemudian diurutan kedua pasangan Adi Rozal-Ami Taher mencapai 32 persen dan terakhir pasangan Monadi-Edison 31,6 persen.
“dinamika politik itu berubah-rubah, survey yang harus jadi reverensi itu survey terbaru, satu bulan sebelum pemilihan, seharusnya bulan mei, survey yang idea instiut itu sudah lama sekali yakni bulan Maret dan April” tegasnya.
Sementara itu dua pasangan kandidat lainnya yakni Adirozal-Amitaher dan Monadi-Edison juga melakukan survey yang sama secara internal, hasilnya juga menguggulkan kandidat masing-masing, meskipun tidak realize ke publik, “survey Modis juga menang, begitu juga survey Adirozal-Amitaher yang menyatakan lebih unggul dari kandidat lainnya” ungkapnya.
Terpisah Jafar Akhmad ketika dihubungi mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan survey dengan metode yang jelas dan sangat ilmiah, dan pihaknya bersedia diaudit, “insya allah sejauh ini kami sudah melakukan banyak sekali survey, dan kami istiqomah menjalankan sesuai dengan metodologi, tudingan semacam itu sudah kami terima sebanyak jumlah survey yang kami lakukan, biasanya yang menolak adalah yang kalah dalam survey, kami berharap memprotes hasil survey mestinya dilakukan dengan merilis hasil survey yang juga bisa dipertanggung jawabkan” ungkapnya. (jia/tim)