KerinciPendidikan

80 Siswa SMA Kerinci Dibekali Advokasi KIE Moment Pramuka

sosialisasi advokasi , Informasi dan Edukasi (KIE) Moment Pramuka di Gedung Hotel Arafah, Kota Sungai Penuh 30 Agustus 2019
Sosialisasi advokasi , Informasi dan Edukasi (KIE) Moment Pramuka di Aula Hotel Arafah, Kota Sungai Penuh 30 Agustus 2019. (foto/ kerincitime.co.id.

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Sebanyak 80 orang siswa SMA di Kerinci dibekali Advokasi KIE Moment Pramuka, kegiatan tersebut dilaksankan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci.

Kegiatan sosialisasi advokasi , Informasi dan Edukasi (KIE) Moment Pramuka membahas tentang tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), Kependudukan dan Keluarga Berencana(KB) di Gedung Hotel Arafah, Kota Sungai Penuh 30 Agustus 2019.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kadis PPKBPP&PA, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan sumberdaya manusia (SDM) dan juga memberikan pemahaman tentang Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bagi anak-anak-anak remaja atau pelajar SLTA.

Baca juga:  Ini Daftar Nama Anggota Tagana Kerinci 2017, 2018 yang Diduga Fiktif

“Jadi, sosialisasi ini juga untuk memberikan pengetahuan serta informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja dan mencegah pernikahan dini yang kerap terjadi saat in, serta Pengetahuan tentang Kependudukan dan Keluarga Berencana” ungkap Kasi Advokasi dan Penggerakan Ikwal Aroni, SH.

Diharapkan, kedepannya memperhatikan usia pasangan yang akan menikah karena dalam aturan Undang-Undang (UU), untuk pasangan yang akan menikah itu usianya harus memenuhi syarat baik dari pihak laki-laki minimal usia 25 tahun dan wanita minimal usia 21 tahun.

Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sering kakli berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan juga kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi.

Baca juga:  TdS Etape 7 Kerinci, Pembalap Asal Iran Raih Waktu Tercepat

Mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggungjawab seperti kehamilan yang tidak diinginkan atau diluar nikah, aborsi, penularan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/Aids.

“Persoalan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi itu memerlukan perhatian berbagai pihak. Karena apabila hal itu tetap dibiarkan, sudah barang tentu akan merusak masa depan remaja tersebut, termasuk keluarga dan bangsa ini,” tuturnya.

Sosialisasi ini merupakan salah satu program kegiatan Dinas PPKBPPPA (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Kerinci, dan kita harap dapat dilaksanakan setiap tahun dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mendukung tercapainya sasaran prioritas. (red)

Tags

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth
  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close