Sungai Penuh

Cekcok Petugas Medis Vs Pasien di RSUD Sungai Penuh

Pelayanan tenaga medis RSUD Sungai Penuh Kembali mamanas pasien di abaikan keluarga mengamuk

Kerincitime.co.id., Sungai Penuh – Komitmen pelayanan di RSUD Sungai Penuh kembali menuai sorotan tajam. Dugaan kelalaian penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga ketidaksiapan fasilitas ambulans memicu kekecewaan keluarga pasien.

Seorang pasien yang masuk ke IGD pada Kamis (23/4/2025) sekitar pukul 20.15 WIB, disebut tidak segera mendapatkan penanganan lanjutan secara maksimal. Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga meminta agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit di Jambi.

Namun, permintaan tersebut justru mendapat jawaban mengejutkan dari petugas.

“Ambulans tidak ada, silakan cari sendiri,” ujar keluarga pasien menirukan pernyataan petugas rumah sakit.

Tak ingin mengambil risiko, keluarga langsung bergerak cepat mencari ambulans dari luar. Setelah berhasil mendapatkan kendaraan dan tiba di RSUD Sungai Penuh, situasi berubah drastis.

Baca juga:  Membongkar 'Siasat' Kelangkaan Susu di Dapur MBG Kerinci-Sungai Penuh

Pihak rumah sakit tiba-tiba menyatakan bahwa ambulans mereka tersedia.

“Ini yang membuat kami bingung dan kecewa. Dari awal dibilang tidak ada, sekarang malah ada,” ungkap keluarga pasien dengan nada kesal.

Ironisnya, pihak rumah sakit kemudian mengharuskan pasien menggunakan ambulans milik RSUD. Meski kecewa, keluarga akhirnya menyetujui dengan pertimbangan keselamatan pasien, meskipun harus menanggung biaya yang dinilai cukup besar.

Namun persoalan kembali muncul. Setelah persetujuan diberikan, ambulans yang disebut “sudah ada” tersebut ternyata tidak berada di lokasi.

Petugas kembali berdalih bahwa kendaraan sedang mengisi bahan bakar.
Situasi ini memicu ketegangan cekcok antara keluarga pasien dan petugas.

Keluarga merasa dipermainkan, karena telah mengikuti seluruh arahan, namun pelayanan yang diberikan dinilai tidak profesional dan berlarut-larut.

Baca juga:  Rutan Sungai Penuh Perketat Pengawasan Lewat Ikrar Zero Halinar

Akibatnya, keluarga harus menunggu sekitar satu jam hingga ambulans benar-benar tersedia.

Pasien baru diberangkatkan menuju rumah sakit rujukan di Jambi sekitar pukul 23.20 WIB, atau lebih dari tiga jam sejak pertama kali masuk IGD.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan serius terkait standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kegawatdaruratan di RSUD Sungai Penuh, khususnya terkait kesiapan ambulans dan kejelasan informasi kepada keluarga pasien.

Saat dikonfirmasi media pada pukul 22.00 WIB, Direktur RSUD Sungai Penuh, Debi Sartika, tidak memberikan tanggapan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak rumah sakit belum memberikan klarifikasi resmi.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap pelayanan RSUD Sungai Penuh, yang diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh demi keselamatan dan kepercayaan masyarakat. (Rgo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button