KerinciPendidikan

Aksi Demo Mahasiswa IAIN Kerinci Murni Kesalahpahaman, Ini Penjelasannya

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Aksi demo mahasiswa yang terjadi di IAIN Kerinci Senin (30/08) pagi terkait PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kampus) mahasiswa baru.

PBAK kali ini memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang dilakukan secara daring. Hal ini mengingat persebaran pandemi yang kian meningkat, terutama di wilayah Kab. Kerinci-Sungai Penuh.

Kebijakan PBAK daring tersebut kemudian menimbulkan polemik di kalangan mahasiswa, yang menuntut keterlibatan mahasiswa.

Padahal kebijakan tersebut, menurut WR III IAIN Kerinci, berdasarkan surat keputusan Kementerian Agama tanggal 02 Agustus 2021 tentang Penyelenggaraan PBAK Tahun Akademik 2021/2022.

Dalam poin pertama instruksi Kemenag tersebut disebutkan bahwa “Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada tahun akademik 2021/2022 wajib diselenggarakan dengan pendekatan dalam jaringan (Daring) untuk menjamin kesehatan, keselamatan dan kemanusiaan”.

Baca juga:  Setahun Aliansi Bumi Kerinci Digelar 4 Oktober 2021

Aksi mahasiswa tersebut disebabkan adanya kesalahpahaman antara pihak rektorat dan mahasiswa, sehingga terjadilah aksi yang seharusnya dapat dihindari semasa pandemi ini dan dikomunikasikan secara apik.

“Kesalahpahaman tersebut, diakui juga karena kurangnya sosialisasi dan keterbatasan waktu, sehingga terkesan dilakukan sepihak,” jelas Jafar Ahmad selaku WR II IAIN Kerinci.

Sambungnya, teknis PBAK berbasis online juga mengimplikasikan adanya instrumen-instrumen IT dan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya. Karenanya, mengundang respons yang beragam dari warga kampus, terutama mahasiswa, imbuhnya.

“Namun demikian, pemangku kebijakan IAIN Kerinci siap mengakomodir segala aspirasi mahasiswa dan menyambut baik segala keluhan mahasiswa demi kemajuan institusi,” tutupnya. (Red)

Show More
Back to top button
>