Pariwisata/Budaya

ALTAAEUN (Wabah)

Sajak Yogi Swandra

Shollu Sunnatat Tarowihi Rok’ataini Jami’atar Rohimakumullah….”

Suara ini terdengar syahdu…
dari Surau kecil yang mulai Kosong
di sebelah Kantor di Desa Paling Ujung
di bawah kaki Gunung…

Malam 1 Ramadhan…
Yang tak seperti biasa..tiada kembang Api
Tiada lalu lalang para pejuang Sejadah..

Saya Hanya bisa berdiam dibawah Neon box biru
Disamping Pintu ATM menatap gulita…
Ironis…
Berbagai macam Rindu tak bisa terwujudkan…

Seharusnya Malam ini…
Setelah wudhu kita bersama ke Surau…
Namun Rindu harus tersimpan pada malam 1 Ramadhan…

Untuk kalian yang jauh disana..
Ini bukan lagi tentang jarak…
Bukan juga tentang waktu…
Maafkan telah menunggu lama untuk sebuah Kepulangan
Biarkan Rindu menjadi bait-bait doa
Dari Anak Rantau yang TerlockDown
Dalam setiap Sujud Mereka dipenghujung Malam…

Baca juga:  Ganti Rugi Tak Selesai, Perkantoran Bukit Tengah Kerinci Dipagar Kawat Berduri oleh Warga

Wabah Covid19 ini adalah Petaka…
Petaka yang mengajarkan arti kesabaran..
Bersabar untuk sebuah pertemuan
Dengan Nya, Dengan Dia, dan Dengan Mereka…

Dari Sebelah Surau, BRI Unit Pelompek Gunung Tujuh, 23 April 2020
Karya : Yogi Swandra (@Yogi_sw85)

Tags
[nug_data_corona data="indonesia" provinsi="Jambi" style="card"]

Related Articles

Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close