HukumJambiNasional

Bejad!! Ayah di Muara Enim Memperkosa Anak Tirinya Hingga Hamil 6 Bulan

Kerincitime.co.id Berita Palembang – Seorang suami di Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, melaporkan mertuanya berinisial KS (31 tahun) ke polisi. Alasanya, sang metua sudah memerkosa istrinya hingga hamil 6 bulan.

Kapolres Muara Enim, AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim, AKP Widhi Andika Dharma, mengatakan kasus pemerkosaan terhadap perempuan berinsial TM (16 tahun) ini terungkap setelah adanya laporan dari ibu dan suami korban.

“Berawal dari kecurigaan suami korban yang tahu kalau istrinya tengah hamil 6 bulan. Padahal pernikahan mereka sendiri baru sekitar 3 bulan,” katanya, (4/5).

Setelah didesak, korban akhirnya mengaku sudah diperkosa berulang kali oleh KS yang merupakan ayah tirinya. Hal itu pun membuat kedua saksi terkejut hingga memutuskan melaporkan pelaku ke polisi.

Baca juga:  Mengharukan! Cerita Perjuangan Indah Pratiwi Meraih Duta Pendidikan Indonesia Lingkungan Hidup 2021

“Jadi pelaku ini mertua nya saksi yang merupakan suami korban,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas akhirnya menangkap pelaku yang saat itu diketahui melarikan diri ke Kabupaten Lahat pada Senin (3/5) kemaren. Pelaku pun sudah mengakui perbuatannya.

“Dari hasil pemeriksaan tindak perkosaan itu dilakukan pelaku berulang kali dalam periode Agustus 2020 sampai dengan April 2021,” katanya.

Menurutnya, dalam menjalankan aksi bejatnya itu pelaku mengancam korban dengan pisau dan juga mengaku akan membunuh ibu dan saudaranya jika keinginannya itu tidak dipenuhi.

“Korban diperkosa di rumah maupun di kebun karet saat ibu korban tidak ada,” katanya.

KS sendiri mengaku nekat memerkosa anak tirinya itu karena khilaf sering melihat korban mengenakan pakaian yang seksi di rumah.

Baca juga:  Cabuli Anak Dibawah Umur, Warga Siulak Mukai Kerinci di Ciduk Polisi

“Korban juga sempat kabur dari rumah beberapa waktu. Lalu pulang dan minta untuk menikah,” katanya. (Irw)

Sumber: Kumparan.com

Show More
Back to top button
>