JambiNasionalPolitik

Hasan Mabruri: Sekarang Fokus Wo Haris Menjalankan Tugas Sebagai Gubernur dengan Baik

Salah satu tokoh pendiri PAN di Jambi, Nasroel Yasir, menilai terlalu dini bila Zulhas ingin mengganti Bakri dengan Haris untuk jabatan ketua DPW

Kerincitime.co.id, Berita Jambi – Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan soal plotting  Gubernur terpilih Al Haris untuk jabatan Ketua DPW Provinsi Jambi ditanggapi dingin oleh H Bakri. Ketua DPW PAN Provinsi Jambi itu menolak memberikan tanggapan dan pernyataan lebih jauh.

“Terima kasih.” Hanya itu jawaban singkat Bakri menjawab pesan WhatsApp Metro Jambi yang meminta tanggapannya soal pernyataan Zulhas, Rabu (16/6/21) kemaren. Anggota Fraksi PAN DPR RI asal Jambi itu menyertakan sticker dua tangan ditangkup pada pesan balasannya tersebut.

Saat disampaikan bahwa Metro Jambi memerlukan tanggapannya walau sedikit, Bakri tidak menjawab lagi. Biasanya, Bakri sangat mudah dimintai tanggapan terkait berbagai informasi atau permasalahan di internal PAN serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaanya sebagai politisi.

Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan memplot Haris sebagai kader potensial untuk menduduki kursi Ketua DPW PAN Jambi saat berbicara pada acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-DIY di Yogyakarta, Senin (14/6/21) lalu.

Baca juga:  Rahmat Erwin Atlit Angkat Besi Persembahkan Medali Perunggu Untuk RI

“Di Provinsi Jambi pun insyallah, gubernurnya menjadi Ketua DPW PAN Jambi,” kata Zulhas sebagaimana dikutip Tempo.co.

Waktu itu, Zulhas sedang membicarakan masuknya sejumlah tokoh baru ke dalam PAN untuk menenangkan kadernya yang risau dengan hengkangnya sejumlah tokoh potensial. Selain Gubernur Jambi, dia juga menyebut masuknya tokoh baru di PAN Banten dan PAN Sulawesi Barat.

Bakri, anggota DPR RI, menduduki kursi Ketua DPW PAN Jambi pada April 2018 setelah ditinggal Zumi Zola yang dipenjara karena kasus korupsi. Dalam Muswil PAN pada Juli 2020, Bakri kembali terpilih secara aklamasi untuk periode kepengurusan 2020-2025.

Sekretaris DPW PAN Khusnaini tidak yakin bila Zulhas memplot Haris untuk kursi Ketua DPW. Menurut dia, kemungkinan maksud Zulhas adalah posisi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW yang memang lowong. “Mungkin salah kutip itu,” katanya.

Baca juga:  Lumbung

Sumber Metro Jambi di internal DPW PAN menyebutkan bahwa berita tentang pernyataan Zulhas cukup memanaskan suasana politik di partai itu. Ada yang pro dan kontra, tetapi tidak banyak yang bersedia memberikan pernyataan terbuka melalui media.

Juru bicara Haris, Hasan Mabruri, menegaskan bahwa Bakri adalah Ketua DPW PAN Provinsi Jambi untuk lima tahun ke depan. Katanya, tidak ada gerakan politik dilakukan Haris selaku kader PAN maupun selaku gubernur terpilih dalam menyikapi pernyataan Zulhas.

“Sekarang fokus Wo Haris bagaimana menjalankan tugas sebagai gubernur dengan baik,” kata pria yang biasa disapa Bohok dan menjabat Direktur Center Al Haris-Abdullah Sani itu.

Ditanya soal tujuan pernyataan Zulhas yang mem-plot Haris untuk ketua DPW, Bohok mengatakan bahwa hanya Zulhas yang tahu maksudnya. Sedangkan Haris, tegasnya, tidak memikirkan hal seperti itu.

Baca juga:  Indonesia Masuk Dalam 13 Daftar Negara Larangan Umroh

Salah satu tokoh pendiri PAN di Jambi, Nasroel Yasir, menilai terlalu dini bila Zulhas ingin mengganti Bakri dengan Haris untuk jabatan ketua DPW. “Saya juga tidak setuju. Apalagi Bakri sudah membesarkan PAN dan memenangkan Pilgub,” tukasnya.

Dia menilai Zulhas hanya keseleo saat menyebut Gubernur Jambi akan menjadi ketua DPW. “Jika memang Zulhas ingin mendudukkan Haris menjadi Ketua DPW boleh-boleh saja. Tapi ya harus diselesaikan dulu periode-nya Bakri,” katanya.

Politisi senior PAN, Herman Kadir mengatakan, AD/ART tidak mengatur adanya pergantian ketua DPW di tengah jalan, kecuali karena tindak pidana, seperti korupsi, atau meninggal dunia. “Kalau tidak ada masalah, harus sesuai prosedur,” katanya.

Kalaupun ada kepentingan Ketum lalu dipaksakan, lanjut dia,  harus dilakukan muswil luar biasa. “Tapi harus ada perkara, misalnya melanggar AD/ART. Itu bisa. Kalau tidak, tidak bisa,” tegasnya. (Irw)

Sumber: Metrojambi.com

Show More
Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>