IAIN Kerinci Gelar Workshop Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah Dosen
Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Dr. Dairabi Kamil, M.Ed, hari ini, Sabtu (01/12) membuka acara Workshop Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah Dosen. Acara yang bertempat di ruang pertemuan kampus utama ini, dihadiri oleh 49 orang dosen di lingkup FTIK.
Adapun narasumber workshop adalah Eri Kurniawan, M.A., Ph.D., Dosen Uniersitas Putera Indonesia sekaligus Ketua Asosiasi Linguistik Terapan Indonesia (ALTI).
Mengawali sambutan, Dairabi Kamil mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari renstra FTIK. “1 dari 13 poin renstra FTIK, yakni pengembangan kapasistas SDM Dosen, salah satunya workshop penulisan dan publikasi karya ilmiah,” katanya.
Lebih lanjut, Dairabi menjelaskan, workshop ini sudah lama direncakan, namun baru terlaksana pada bulan Desember ini. Menurutnya, hal ini disebabkan karena pihak FTIK ingin menghadirkan pemateri yang berkompeten, agar hasil workshop bisa maksimal.
Diantara kriteria pemateri yang dicari FTIK adalah, penulis di jurnal bereputasi, pengelola jurnal bereputasi dan mau datang ke Kerinci.
“Tujuannya agar peserta workshop mendapatkan dua perspektif. Pertama perspektif orang dalam (insider) yakni penulis di jurnal bereputasi, kedua perspektif orang luar (outsider) yaitu pengelola jurnal bereputasi. Kedua hal itu dimiliki oleh pemateri kita hari ini,” katanya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, Eri Kurniawan. Alumni The University of Iowa, AS ini mengatakan, membaca adalah syarat mutlak untuk mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi terutama jurnal yang terindeks scopus.
“Bapak/Ibu bagaikan mimpi disiang bolong, kalau bacaannya masih zaman old,” katanya memotivasi peserta workshop.
Sebagai penulis sekaligus pengelola jurnal, Eri Kurniawan memberi tips bagaimana sebuah karya ilmiah bisa diterima dan publish di jurnal bereputasi, yakni selalu perhatikan abstrak dan referensi. “Abstrak dan referensi menjadi pintu masuk bagi editor jurnal, apakah karya ilmiah bapak direview atau tidak,” Katanya.
Abstrak yang baik menurutnya harus memuat masalah pokok, kemudian topik dan tujuan penelitian. Masalah menunjukkan rumpang (gap) yang diisi oleh penelitian ini (critically and positionality). Berisi metode, temuan (pokok), dan implikasi (jika ada). Abstrak artikel telaahan harus mengetengahkan ringkasan pendek menyeluruh isi artikel berikut gagasan pemikiran.
Sedangkan untuk references, peneliti harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut; lihat template dasar (sistem nomor atau nama tahun);Â cermati mutu pustaka acuan (keprimeran dan kemutakhiran >80%); periksa kelengkapan nama pengarang (nama depan dan nama belakang); sesuaikan dengan acuan di dalam teks; periksa kelengkapan identitas artikel jurnal (volume, nomor halaman).
Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai manajemen pengelolaan jurnal yang diikuti oleh pengelola jurnal di lingkungan IAIN Kerinci. (adv)
Penulis : Hariza Emiyati