Muaro Jambi

Jalan Rusak Parah, Warga Minta Bupati Masnah Segera Perbaiki

Kerincitime.co.id, Berita Muaro Jambi – Kondisi jalan yang memperihatinkan membuat sejumlah desa yang terdapat di Muaro Jambi susah untuk dilintasi, salah satunya Desa Sei Landai, Kecamatan Mestong.

Hampir seluruh ruas jalan yang terletak di Sei Landai khususnya jalan penghubung di dua dusun Sei Jerat dan Plangki sangat tak layak dan membahayakan warga setempat saat melintas.

“Ya, kondisi jalan sini sangat licin setelah diguyur hujan beberapa hari. Kalau gak percaya bisa cek saja jalan sini langsung,” ungkap Wagirin salah satu warga Plangki dilansir pemayung.com.

Lebih lanjut dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi agar memikirkan kondisi jalan penghubung dua dusun di Desa Sei Landai ini.

Baca juga:  Edi Purwanto Kaget Soal Tapal Batas Jambi-Sumsel Masih Bermasalah

“Besar harapan kami kepada Bupati Masnah Busro agar segera memperbaiki kondisi jalan disini,” harap Wagirin.

Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Desa Ladang Panjang Amdi, dirinya sangat perihatin terhadap kondisi jalan di desanya.

“Saya pribadi sangat perihatin dengan kondisi jalan disini, kalau saya mau menggunakan Dana Desa ya tidak cukup. Apalagi ini jalan Kabupaten,” ungkap Amdi.

Ditempat berbeda, Sutres salah satu tokoh masyarakat Desa Ladang Panjang yang rumahnya berada di tanah sengketa Jambi-Sumsel sangat meminta kepedulian dari pemerintah.

“Kami dak banyak minta ke pemerintah, Tolonglah selesaikan Batas yang ada di desa kami dengan Sumatra Selatan (Palembang), sampe sekarang tempat saya belum pernah sama sekali mendapatkan pembangunan, dimana letak keadilan untuk kami,” kata Sutres.

Baca juga:  1 Perawat Puskesmas di Muarojambi Positif Covid-19

Dengan nada emosi, Sutres menegaskan bahwa masyarakat yang berada di tapal batas selama ini tidak pernah mendapatkan atau merasakan kemerdekaan.

“Dimana letak kemerdakaan selama ini, hampir setiap pemilu ikut milih tapi itu membuat saya emosi. Cuma milih bae tapi tidak pernah mendapat pembangunan wilayah kami,” tegas Sutres.

Hal senada juga dikatakan Aliyah, Tokoh Perempuan setempat mengatakan bahwa masyarakat setempat menolak keras untuk masuk atau berpindah domisili ke Sumatera Selatan.

“Pokoknya tidak mau masuk Palembang kan jelas jelas wilayah kita masuk jambi, aku gak mau jadi orang Palembang,” tegasnya. (red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close