PendidikanSungai Penuh

Kemenag Kerinci Dinilai Persulit Pencairan Tunjangan Guru Hariyati, Suaminya Layangkan Surat Terbuka ke Kanwil

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Kementrian Agama Kabupaten Kerinci lagi-lagi disorot, kali ini terkait dana fungsional guru, atas nama Haiyati ya g dipersulit pencairannya.

Akibatnya Zamhuri suami Haiyati membuat surat terbuka kepada kanwil Jambi terkait persoalan tersebut di akun Facebooknya.

Berikut isi surat terbuka tersebut:

Surat terbuka kepada Bapak Kakanwil kemenag Propinsi Jambi.
Kepada Yth. Bapak Kakanwil kemenag Propinsi Jambi di Tempatm Saya sbg suami dari:

Nama : Haiyati S.PdI
Jabatan : Ustazah (guru) Pondok Pesantren Almukhtarih Ambai Kerinci.
Tmt : 1 – 1 – 2000
Dilingkungan kementerian Agama Kab. Kerinci.

Mohon Bantuan Bapak untuk menyampaikan kepada Kepala Kemenag Kab. Kerinci (Bapak Hardiman S.Ag) untuk segera mencairkan dana tunjangan Fungsional atas nama Haiyati, S.PdI.

Yang sampai harii ini belum dicairkan dengan alasan yang dibuat buat.

Hal ini saya lakukan karena sebagai suami dari Ustazah Haiyati saya merasa istri saya telah dipermainkan oleh pihak kemenag kab.Kerinci sebagai dasar pertimbangan buat Bapak saya sampaikan beberapa hal:

  1. 3 tahun terakhir ini tunjangan fungsional tidak pernah dicairkan pada hal bahan selalu minta dilengkapi untuk pencairan.
  2. 8 bulan yang lalu (akhir desember 2019) saya pernah mengurusnya kekemenag namun tidak ditanggapi, malah orang yg menurut kasi mapenda bertanggung jawab masalah ini (sdr Arif Sadir) waktu itu tidak bisa ditemui ( ditelepon tidak diangkat dan di WA tidak dibalas). Sehingga waktu itu tunjangan fungsional istri saya tsb juga tidak dicairkan. Teman teman yang lain sebagian dicairkan, sebagian tidak.

  3. Untuk saat ini sudah dua minggu (4 kali berurusan kekemenag )belum berhasil.
    Kali pertama : tgl 28 juli 2000, diminta menghadap Bendahara menanyakan nama ternyata atas nama Haiyati, S.PdI ada ( termasuk penerima tunjangan fungsional) dan diminta mengumpulkan rekening kembali ( sudah dikumpulkan)
    Kali kedua : hari Kamis tgl 30 juli 2020 , pihak kemenag beralasan ada yang salah ketik nomor rekening oleh pihak kemenag sendiri, lansung difotonya.

Baca juga:  Warning! Pencairan SP2D LS Rekanan di DPPKAD Kerinci Tidak Boleh Dipungut Biaya

Kali ketiga kekemenag : hari Rabu tgl 5 Agustus 2020, satu jam ditunggu dikemenag tidak ada pegawai kemenag diruangan keuangan (Pegawai kemenag kab. Kerinci) waktu itu juga sedikit, imformasi diluar ( lomba bulu tangkis / persiapan 17 Agustus).
Kali keempat kekemenag : hari Jum’at tgl 7 Agustus 2020 , bertemu Bendahara (Aswardi) katanya suruh tunggu lagi entah sampai kapan diapun tidak pasti pokoknya Ibuk tunggu ( ustazah Haiyati merasa ragu dan dipermainkan) atas jawabannya.

  1. Ada imfo bahwa kepala Ombusman Jambi (Shbt. Ja’far Ahmad) pernah menelepon Arif Sadir mempertanyakan masalah ini, dengan enteng Arif Sadir menjawab cuman masalah rekening ( masalah sepele), akan dicairkan Dedember kata arif.
Baca juga:  Ahmadi - Alvia Santoni Mendaftar ke KPU Sungai Penuh

Padahal pihak BRI sendiri menyampaikan rekening atas nama Haiyati, SPdI selalu aktif (tidak pernah mati) dan tidak pernah bermasalah dan pihak BRI pun heran dg jawaban pihak kemenag (;rekening aktif kok dibilang tidak aktif).

Dengan pertimbangan diatas Saya atas nama Suami dari Ustazah Haiyati S.PdI mohon Bantuan Bapak untuk membantu kami atas hak Rakyat kecil dan susah diera musibah Covid 19 ini bisa dibayar atau diberikan dan kemenag Kabupaten Kerinci tidak sewenang wenang terhadap bawahan dan mempergunakan jabatan untuk memperkayakan diri dengan cara tidak sah atau tidak baik.

Demi kebenaran, hal ini rasanya wajib saya lakukan.Atas

Bantuan Bapak, sebelum dan sesudahnya saya aturkan ribuan terima kasih.

Baca juga:  Pengurusan SP2D di DPPKAD Kerinci Dilarang Pungli

Yang tertindas Atas nama Ustazah Haiyati S.PdI.

Z A M H U R I

(Red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close