Al Haris Panen Ikan di Pokdakan Sinar Harapan 1 Desa Sungai Kapas
Kerincitime.co.id, Berita Merangin – Bupati Merangin H Al Haris beserta rombongan dari Dinas Perikanan Kabupaten Merangin panen ikan perdana di kolam milik Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sinar Harapan 1 di Desa Sungai Kapas Kecamatan Bangko, Kamis (11/2).
Pantaun Langsung Kerincitime.co.id di lokasi tanpak Al Haris beserta rombongan disambut langsung oleh Ketua Kelompok Sinar Harapan 1 Dede Supardan beserta anggota.
Di lokasi tanpak hadir Kepala Dinas Perikanan Kab. Merangin Moh Damai beserta jajaranya, Camat Bangko, Kapolsek Bangko, Dandim, Kades Sungai Kapas besarta jajaranya, Ketua BPD, Tokoh Agama & Tomas, Ketua TP – PKK desa Sungai Kapas beserta Anggota, Penyuluh Perikanan beserta jajaran, Kumerta STAI Bangko beserta Masyarat Desa Sungai.
Pokdakan Sinar Harapan I Desa Sungai Kapas Kec. Bangko Kab. Merangin Prov. Jambi merupakan binaan Penyuluh Perikanan Setiyati Rahayu. Bibit Ikan yang dimasukkkan Pokdakan Sinar Harapan I dimulai pada Bulan Oktober lalu, Setiyati Rahayu di konfirmasi Kerincitime.co.id di lokasi menjelaskan cukup puas dengan hasil panen ikan.
“Hasil panen dan perkembangan ikannya baik dan tergolong cepat, hal ini dipengaruhi oleh bibit dan pakan serta pengelolaan yang baik dan benar” Ujar Setiyati Rahayu.

Bibit ikan dan Pakan ini di distribusikan oleh Bantuan DAU TA. 2020 Dinas Perikanan Kabupaten Merangin melalui pihak Kontraktor CV. Afiliasitama Karya pada bulan Oktober lalu.
Dalam sambutannya Al Haris mengajak warga di Kabupaten Merangin untuk memanfaatkan lahan kosong yang memiliki sumber air cukup untuk dijadikan tempat memelihara ikan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
“Ikan yang kita panen ini jenis Nila. Jadi bila masyarakat mempunyai lahan kosong yang airnya cukup, kita bisa untuk memelihara ikan. Tujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya,” ujar Al Haris.
Mengingat selama ini kebutuhan ikan di Merangin masih kurang dan didatangkan dari luar daerah. Bupati berharap, seharusnya Merangin bisa memenuhi pangsa pasar Ikan dan tidak harus mendatangkan dari luar Kabupaten Merangin yakni dengan memanfaatkan banyak lahan kosong yang airnya cukup untuk budidaya ikan.
“Ke depannya bantuan budidaya ikan ini tidak hanya diberikan kepada kelompok, tapi juga individu. Kalau untuk kelompok sudah punya kemampuan secara finansial, tapi kalau individu masih banyak yang belum,” Ujar Al Haris.
Al Haris juga menambahkan agar hasil panen ikan tidak hanya menjual hasil budidaya ikannya ke pasar, tapi juga harus meningkatkan nilai tambah dari panen ikan tersebut.
“Anggota Pokdakan bisa mengelola hasil panen ikannya menjadi pempek, kerupuk ikan atau jenis makanan lainnya berbahan baku ikan, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah dari ikan yang dipanen itu,” harap Al Haris. (Irw)