Nasional

Mobil Komando Buruh Ikut Ditembaki Gas Air Mata Saat Demo Rusuh di DPR

Demo mahasiswa di Gedung DPR. (Suara.com/Fakhri)

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Selain mahasiswa, massa dari perwakilan buruh turut menjadi sasaran gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian menyusul aksi demonstrasi di gedung DPR RI, Selasa (24/9/2019) petang berujung rusuh.

Bahkan, satu mobil komando dari ormas buruh KASBI ditembaki gas air mata oleh aparat keamanan dilansir Jambiseru.com media partner Kerincitime.co.id.

Meski polisi mencoba memukul mundur, massa dari mahasiswa dan buruh tersebut tetap melakukan perlawanan balik. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Semanggi masih tegang. Para pendemo masih tetap bertahan.

Terkai demo berujung bentrok ini, banyak demonstran yang pingsan akibat tembakan gas air mata yang dilakukan petugas. Adanya korban yang tak sadarkan diri akibat terkena gas air mata, rekan mahasiswa yang lain pun langsung membopong para korban yang tergeletak di jalanan.

Baca juga:  Tjahjo Kumolo: Pemerintah Buka Lowongan 1 Juta Formasi Guru di CPNS 2021

Selama terjadinya bentrokan itu, sejumlah mobil ambulans membawa para korban yang mengalami luka-luka untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Aksi ini dilakukan oleh sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas dan masyarakat sipil. Mereka menuntut beberapa poin yang kerap menjadi kontroversi di lingkup pemerintahan dan legislatif.

Tujuh poin menjadi tuntutan massa aksi. Di antaranya menolak RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan RUU Ketenegakerjaan. Lalu mendesak pembatalan UU KPK dan UU SDA. Massa juga menuntut agar RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Selain itu, pimpinan KPK terpilih juga diminta agar dibatalkan karena dianggap bermasalah. Pihak TNI dan Polri juga diminta agar tidak menduduki jabatan sipil.

Baca juga:  Jokowi Minta Jajarannya beri Perhatian Khusus pada Proses Pilkada

Massa mendorong penghentian kriminalisasi aktivis. Ada juga tuntutan mengenai Karhutla di beberapa wilayah. Pihak pembakar hutan diminta agar segera dipidanakan dan dicabut izinnya.

Terkait kemanusiaan, massa meminta agar pelanggaran HAM dituntaskan, pelanggar dari lingkup pejabat ditindak dan hak-hal korban dipulihkan. (Irw)

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>
Close
Close