Dr Jafar Ahmad SAg, Msi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jambi
Dr Jafar Ahmad SAg, Msi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jambi

Ombudsman Usut Kasus Benang Jahit Habis di RSUD MHA Thalib Kerinci

Dr Jafar Ahmad SAg, Msi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jambi

Dr Jafar Ahmad SAg, Msi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jambi

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Potret buram pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen HA Thalib Kerinci terkuak ketika pasien bedah cesar mengeluhkan stok benang jahit habis. Diusut Ombudsman Perwakilan Jambi.

Perut Sisil (nama samaran) mendadak mules pada awal pekan lalu. Sembari mengerang kesakitan, Sisil minta segera diboyong ke rumah sakit. Ia yakin, tanda-tanda kelahiran sudah dekat.

Sisil terkaget-kaget ketika sang dokter mendiagnosanya, mesti secepatnya menjalani bedah cesar. Sisil bertambah kaget ketika pihak rumah sakit mengeluh stok benang habis.

Alamak….

Khawatir membahayakan si janin, pihak keluarga memaksa Sisil dirujuk ke Padang, Sumbar.

“Dari pada terjadi apa-apa, terpaksa kami pindah ke rumah sakit Padang,”ujar Ardian, salah satu keluarga Sisil kepada jambilink.com media partner kerincitime.co.id.

Baru kali ini terjadi. Keluhan Sisil langsung menggegerkan seantero Kerinci, bahkan Jambi. Kasus ini pun mengusik Lembaga Negara Pelayanan Publik, Ombudsman RI Perwakilan Jambi.

Dr Jafar Ahmad SAg, Msi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jambi bersegera mengusut masalah ini. Menurutnya, ia akan turun langsung mengecek proses layanan di rumah sakit plat merah itu.

Termasuk akan menggali masalah stok benang jahit yang menghebohkan itu.

“Jika benar masalahnya pada kekurangan sarana prasarana dan terkait dengan layanan BPJS, kami akan minta klarifikasi pihak terkait. Seharusnya kasus serupa tak terjadi, karena ini menyangkut nyawa orang,”tegas Dr Jafar Ahmad diwawancara Jambi Link, Jumat pagi tadi.

Menurutnya, Ombudsman akan menyelidiki penyebab habisnya stok benang itu. Apakah habis karena terpakai, atau habis untuk keperluan lain.

“Semuanya akan kita cek. Kok bisa benang sampai habis gitu,”tegasnya.

dr Iwan, Direktur Utama Rumah Sakit MHA Thalib Kerinci mengakui, benang jahit yang diminta dokter untuk proses bedah cesar itu, stoknya memang sedang habis. Tapi, ia mengklaim, benang jahit untuk keperluan darurat—yang bisa mengancam nyawa– , stoknya masih tersedia.

“Benang yang sesuai rekomendasi dokter untuk tindakan SC (Caesar) itu memang kosong. Tapi benang untuk tindakan yang mengancam nyawa bisa dipakai,”kata dr Iwan kepada kerincitime.co.id.

Stok benang yang habis itu, kata dr Iwan, sudah dipesan. Tapi, belum sampai.

Dr Iwan malah balik menuding terganggunya layanan rumah sakit dipicu karena tunggakan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Utang BPJS di rumah sakit umum sudah menumpuk.

“Kita melayani warga sejak bulan April hinga Mei 2019. Tapi BPJS baru bayar sampai Maret”keluhnya.

Tertundanya pembayaran BPJS, kata dia, pastilah mempengaruhi pelayanan di rumah sakit. Karena rumah sakit mesti membayar utang kepada rekanan.

“Ini persoalan. Utang kita pada rekanan sudah jatuh tempo, sementara BPJS belum bayar”katanya.

Sisil tentu tidak sendiri menjadi korban. Banyak pasien lain yang mengalami nasib serupa.

Penelusuran wartawan Kerinci Time, sejak sepekan ini, pasien rumah sakit kerinci banyak dirujuk ke Padang. Dalam sehari, bisa sampai 7 orang. Semua kompak mengaku, gara-gara stok benang jahit habis.

Sisil kini bisa bahagia, bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu sudah mengisi hidupnya. Tapi, Sisil tak pernah lupa kisah tragis yang menimpanya. Kebahagiannya itu mesti dibayar mahal, kerena ia terpaksa mengeluarkan duit berlipat-lipat ketika bersalin di Padang.

Wajah rumah sakit yang baru saja diganjar predikat akreditasi tingkat madya itu akhirnya tercoreng. Apalagi, kasus ini sudah masuk radar Ombudsman RI. Ombudsman akan menyelidik dugaan maladministrasi dalam kasus tersebut. (wen)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Berita Terkait By Google News