
Peran Media Kawal Pemerintahan
Kerincitime.co.id, Berita Merangin – Bupati Merangin M Syukur menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi yang berfungsi mengawal jalannya pemerintahan agar tetap objektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Syukur saat menghadiri buka puasa bersama insan pers Kabupaten Merangin yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Merangin Ahmad Khoirudin, Plt Kepala DPMPTSP Agus Salim Idris, serta Kabag Umum Setda Merangin Ari Aniko.
Dalam kesempatan itu, Syukur menilai keberadaan media sangat penting untuk menjaga keseimbangan jalannya pemerintahan. Menurutnya, pers tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga berperan sebagai pengawas sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Insan pers memiliki peran yang krusial sebagai salah satu pilar demokrasi yang menjaga keseimbangan roda pemerintahan,” ujar Syukur, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan kritik, saran, serta masukan dari media agar berbagai kebijakan dan program pembangunan tetap berada di jalur yang tepat.
“Tanpa media, jalannya roda pemerintahan tidak akan seimbang. Kita sama-sama berjuang untuk pembangunan daerah, hanya saja dengan cara yang berbeda. Pemerintah melalui birokrasi dan anggaran, sementara media melalui karya jurnalistik,” katanya.
Menurut Syukur, melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang, pers mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi mengenai program pembangunan maupun kebijakan publik dapat tersampaikan secara luas dan transparan.
Lebih jauh, ia menilai kritik yang disampaikan oleh insan pers merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang sehat. Pemerintah daerah, kata dia, sangat terbuka terhadap berbagai masukan yang konstruktif demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kritik yang objektif justru menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki kinerja pemerintah,” ujarnya.
Meski demikian, Syukur juga mengingatkan agar insan pers tetap mengedepankan prinsip tabayyun atau klarifikasi sebelum mempublikasikan informasi, sebagaimana diatur dalam kode etik jurnalistik.
“Harapan saya, cek dulu kebenaran informasi sesuai aturan. Jangan langsung menghujat tanpa dasar. Jika informasi yang disampaikan akurat, masyarakat tentu akan percaya,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Syukur juga memaparkan kondisi fiskal Kabupaten Merangin yang tengah menghadapi tantangan akibat pemotongan anggaran cukup besar dalam dua tahun terakhir.
“Tahun 2025 saja ada pemotongan hampir Rp150 miliar, dan di 2026 sekitar Rp240 miliar. Sementara belanja pegawai sudah mencapai 60 persen, padahal standar idealnya 30 persen. Dengan sekitar 11.000 pegawai, ruang fiskal kita memang terbatas, tetapi pemerintah tetap berupaya kreatif agar pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, isu lingkungan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Syukur meminta dukungan media untuk membantu mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.
Ia mengakui kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan, bahkan di kalangan aparatur sipil negara.
“Presiden sudah menyatakan perang terhadap sampah. Kita sudah menambah armada truk dan tempat pembuangan sementara, tetapi kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan. Bahkan masih ada oknum ASN yang membuang sampah dari mobil dinas,” tegasnya.
Sebagai bentuk keterbukaan dan apresiasi kepada insan pers, Syukur juga berencana memfasilitasi sekretariat bersama bagi para jurnalis di lingkungan Dinas Kominfo Merangin. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang diskusi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan media.
“Saya tidak pernah menutup diri. Silakan manfaatkan ruang di Kominfo sebagai sekretariat bersama. Kita bisa berdiskusi dan bertukar gagasan. Terkadang ide dari teman-teman media justru lebih segar untuk pembangunan daerah,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Syukur berharap insan pers terus menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan peran tersebut, pers diharapkan mampu terus memperkuat demokrasi sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat. (Bal)





