
Syukur: Gaji ASN di Merangin Aman
Kerincitime.co.id, Berita Merangin – Bupati Merangin, Syukur, memastikan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin tetap aman dan tidak terdampak isu yang tengah berkembang terkait Bank Jambi. Ia juga meminta para nasabah untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan.
“Kalau soal gaji ASN itu aman, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sistem penggajian tetap berjalan sesuai mekanisme yang ada. Saya minta soal manajemen Bank Jambi sudah sangat baik,” kata M Syukur dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Kamis (26/2/2026)
Penegasan itu disampaikan Syukur menyusul munculnya kekhawatiran sebagian masyarakat atas kabar yang beredar mengenai kondisi salah satu bank milik daerah tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif guna memastikan hak-hak ASN tetap terjamin.
Bahkan, usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jambi di Gedung Mahligai, pada Rabu (25/02). Selaku bupati, yang juga merupakan pemegang saham di Bank daerah itu juga menjamin uang nasabah yang hilang saat terjadinya kejahatan siber semua bakal diganti rugi penuh.
Bupati Merangin itu menjamin bahwa proses pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan pembayaran gaji ASN tetap berjalan normal. Meski fitur digital sedang dinonaktifkan, transaksi tetap bisa dilakukan melalui layanan kantor secara manual.
“Memang sementara waktu ini untuk melakukan investigasi tim audit forensik layanan M-banking atau ATM sementara belum bisa digunakan. Namun pada prinsipnya soal keuangan tidak ada masalah, dan buat gaji ASN saat ini kita pakai manual dulu sampai semua kembali normal,” ujar Syukur.
Selain itu, Syukur juga menegaskan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Daerah maupun nasabah secara umum dalam kondisi aman. Ia memastikan kendala teknis ini tidak akan menghambat hak-hak pegawai termasuk mengganggu layanan buat nasabah lainnya.
Syukur juga seraya menegaskan khususnya para nasabah Bank Jambi, agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi. Menurutnya, kepanikan justru dapat memperkeruh situasi dan berdampak pada stabilitas layanan perbankan.
“Jangan panik. Percayakan pada proses yang sedang berjalan. Semua lembaga terkait sedang bekerja sesuai tupoksinya,” tegasnya.
Syukur menambahkan, pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan daerah, termasuk memastikan layanan perbankan tetap berjalan normal. Ia menyebut komunikasi dengan manajemen bank terus dilakukan guna memantau perkembangan terkini.
Dia juga menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan audit forensik oleh pihak kepolisian guna memastikan keamanan sistem secara menyeluruh.
“Sebenarnya sistemnya sudah bisa jalan, tapi rekomendasi dari Bank Indonesia (BI) jangan digunakan dulu karena sedang proses audit forensik untuk mengatasi persoalan yang ada,” jelas dia
Syukur juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penarikan uang secara besar-besaran (rush money). Selain karena kondisi bank yang dinyatakan sehat, membawa uang tunai dalam jumlah banyak dinilai memiliki risiko keamanan yang tinggi.
“Kita kan sudah mendengarkan bahwa Manajemen Bank Jambi sudah menjamin keamanan saldo nasabah dan bertanggung jawab penuh jika terdapat kerugian materiil akibat insiden ini. Masyarakat diminta memberikan ruang bagi manajemen untuk melakukan perbaikan sistem,” sebut Syukur
Berdasarkan hasil rapat, kondisi Bank Jambi dinyatakan tetap sehat dan operasional di kantor cabang tetap melayani kebutuhan mendesak secara manual.
“Ini adalah aset daerah yang harus kita jaga bersama. Kami sudah cek semua, tidak ada masalah berarti. Mari kita beri kepercayaan kepada manajemen untuk memperbaiki sistem ini secepatnya,” tutupnya. (Red)





