Nasional

Petugas Ambulan Puskesmas yang Diduga Membawa Batu Dipulangkan

Salah seorang pegawai Puskesmas yang memeluk erat Anies. (Istimewa)

Kerincitime.co.id, Jakarta – Tiga pegawai Puskesmas Kecamatan Pademangan yang turut diamankan beserta satu mobil ambulans sudah dipulangkan dari Polda Metro Jaya.

Mereka diamankan pada dini hari tadi setelah polisi menduga mobil ambulans tersebut mengangkut batu dan bensin untuk para pendemo di sekitaran Gedung DPR RI.

Ketiga pegawai tersebut, sopir ambulans, perawat, dan dokter Puskesmas Kecamatan Pademangan, pulang dengan kondisi sehat.

Saat bertemu dengan Gubernu DKI Anies Baswedan tangis haru ketiga pegawai Puskesmas ini dan memeluk erat Anies. Suasana ini sangat menyentuh Anies bahkan dalam tulisan di Medsos pun Gubernur DKI ini menuangkannya.

Alhamdulillah, wa syukurillah…

Syukur yang mendalam, ketiga petugas Ambulans Gawat Darurat dari Puskesmas Kec. Pademangan yang sempat ditahan oleh Polda Metro Jaya telah kembali pulang, tulis Anies, dilansir Brito.id media partner Kerincitime.co.id, Kamis (26/9).

Baca juga:  Disebut-sebut Sudah Dikuasai PLTA, Puluhan Warga Tamiai Ambil Alih 5 KM Bantaran Sungai

Apresiasi kepada Polda Metro Jaya yang telah mengungkapkan fakta sebenarnya bahwa, tidak seperti yang disebarberitakan sebelumnya di sosmed, ambulans Pemprov DKI dan PMI Jakarta memang senyatanya tidak membawa batu dan bensin di dalamnya. Mereka menjalankan tugas dengan mengikuti protap.

Sore tadi, kami sambut kepulangan ketiga petugas pemberani ini, dr. Vicky Dannis, Yoga Sandika Nugraha, dan Endang, di kantor Dinas Kesehatan. Mereka telah kembali bersama kolega dan keluarga. Saat ini mereka bertiga sedang menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan semua dalam keadaan baik dan sehat.

Di lokasi yang sama, rekan-rekan sesama petugas kesehatan sedang briefing utk kembali menyebar ke lapangan, bertugas antisipasi kegiatan unjuk rasa.

Baca juga:  Warga Dua Desa Tamiai Blokir Pintu Masuk Terowongan PLTA

Mereka ini adalah orang-orang yang, dalam keadaan yg menegangkan dan berisiko serta orang berlarian menjauh, mereka justru mendekat masuk untuk mengevakuasi korban.

Mereka adalah orang-orang yg pemberani, bukan karena tidak merasakan takut, tapi justru karena mampu mengalahkan semua rasa takutnya demi menyelamatkan sesama, tanpa melihat latar belakangnya. Sebuah tugas kemanusiaan yang mulia.

Hari ini saya katakan pada mereka atas nama Pemprov dan warga Jakarta, terima kasih karena telah hadir atas nama negara, dan sampaikan kepada keluarga di rumah dengan bangga, bahwa Anda adalah bagian dari mereka yang setiap harinya berjuang untuk kemanusiaan dan insya Allah, semua kebaikan itu akan dicatat sebagai amal shaleh, tutup Anies dalam tulisannya. (Irw)

Baca juga:  373 Ribu Lebih Peserta Kartu Prakerja Masuk Daftar Hitam

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>
Close
Close