Sang Maestro Tadisi Kerinci Jambi Iskandar Zakaria Tutup Usia
Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Sang Maestro Tradisi Kerinci Provinsi Jambi Iskandar Zakaria tutup usia Jumat 10/08/2018 pukul 17.00 wib, di Rumah Sakit Umum MH Athalib Sungai Penuh.
Kabar ini sontak membuat pegiat seni, budayawan, seniman, tokoh pendidikan, aktivis seni Se-Jambi Raya dan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh berduka, sosok pegiat ulet seni tradisi Kerinci Jambi itu telah tiada.
Betapa tidak Iskandar Zakari adalah dua diantara tokoh dan budayawan yang masih mengerti dan fasih terhadap peninggalan peradaban dunia, yakni aksara Incung, selain Iskandar Zakaria ada nama Depati Alimin yang masih menjadi aset Kerinci dan Sungai Penuh.
Aktivitas latihan tari di Sanggar Ilok Rupo besutan Iskandar padat belakangan ini. Mereka sedang bersiap untuk tampil di salah satu festival pada akhir tahun nanti.
Sejak 1980 Iskandar memang tak pernah lepas dari aktivitas rutinnya, mengajar dan membina anggota Sanggar Ilok Rupo. Semuanya ia lakukan demi melahirkan pelaku seni tradisi Kerinci.
Selain mengajar, ia juga membuat ratusan karya seni lainnya, seperti musik, esai, prosa, drama, dan puisi. Di saat yang sama Iskandar juga mengoleksi benda cagar budaya sebanyak tujuh ribu artefak di museum pribadinya.
Karena tak aneh jika Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata memberikan anugerah maestro kebudayaan tradisi pada 2010.
Selain itu Tari Marcok karyanya sangat istimewa, dimana tarian yang berpadu dengan nyanyian dan kesenian kekebalan tubuh itu pada 1972, seperti mirip dengan Tari Debus dari Banten.
Terpisasah ungkapan duka cita terus bermunculan, seperti Didin Sirojudin Kepala Taman Budaya Jambi dalam akun facebooknya mengungkapkan “Telah meninggal dunia Maestro Tadisi Jambi Bpk. Iskandar Zakaria. Hari ini jam 17.00 wib. Di rumah sakit Kerinci. Smoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Alfatihah. (kabar dari keluarganya)”.
Maya Novebri juga mengupas kenangan dengan Iskandar Zakaria, “Kenangan bersama Bpk Iskandar Zakaria acara lomba tari dn lagu daerah jambi thn 1992 3 thn berturut kerinci jd juara d bwh pimpinan beliau dn beliau berdiri d tengah baju hitam kacamata,Selamat jalan Bpk Iskandar Zakaria doa kmi sll mengiringi kepergianmu smg khusnul Khotimah dn keluarga yg d tinggalkn tabah menerima cobaan ini amin yra”
JohnAfriza Jia mengungkapkan “turut berduka cita semoga almarhum bapak Iskandar Zakaria Khusnul Khotimah.amin”.
Eja Priyogo “Hanya Satu Orang Saja yang saya kenal di dunia ini..sanggup menolak uang puluhan miliar demi lestarinya kebudayaan Kerinci..banyak kenangan dengan beliau..barangkali lebih tepatnya banyak merepotkan beliau terutama saat masih aktif berkecimpung di dunia jurnalis. Iskandar Zakria…Budayawan..Seniman..sang guru… Banyak koleksi..karya spektakuler..dan ilmu serta jasa yang ditinggalkan. Selamat jalan pak Is..semoga generasi muda Kerinci bisa menjadi penerus Mu..semoga kau di tempatkan di Surga..Amin”.
Kemudian Nukman mengupas siapa sebenarnya Iskandar Zakaria “Iskandar Zakaria. Lahir di Sungai Penuh 13 April 1942, anak ke tujuh dari dua belas bersaudara ini merupakan buah hati dari pasangan Zakaria dan Rahma. Riwayat pendidikan formalnya dimulai dari SR tamat 1954 (dua tahun di Padang, selebihnya di Kerinci), SMP 1957, SMA tamat 1964 Setamat SMA ia pun melanjutkan pendidikan tingginnya di Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang(tidak tamat).
Menikah 26 April 1967 dengan Zainidar(Putri Sungaipenuh-Rawang) dikaruniai 4 orang anak, yaitu Meiza Teti Qadarsih, Gustiza Andria Qadarsih, Antri Maliza Qadarsih, S. Sos dan Amor Patria Qadarsah. Kakek 8 orang dan 2 cicit ini bertempat tinggal di Jalan R.A. Kartini 88 A Kel. Dusun Baru Kec. Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh Jambi. Karya Puisi, Esai, naskah drama, dan cerita rakyat telah diterbitkan di berbagai Koran dan juga oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Selian itu, peraih Anugerah Gong Bertuah dan PIN Emas dari Gubernur Jambi ini juga telah mementaskan puluhan karya sastra, tari dan musik dibeberapa Kota di Tanah Air dan Asia Tenggara. Kesungguhannya dalam melakukan penggalian dan pelestarian atas potensi tradisi yang dimiliki masyarakat Jambi mengantarkannya untuk mendapatkan beberapa penghargaan.
Misalnya, Penulis terbaik tentang Perjuangan Fisik Rakyat Kerinci 1945-1949 dari Sekretariat Negara RI(1978), Penulis terbaik III naskah sandiwara radio dari RRI Pusat(1991), Rekor Muri untuk penulis Mushaf Alquran terpanjang di dunia(2006), dan Maestro Tradisi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata(2010).
Pemilik Sanggar Seni Ilok Rupo ini masih setia dalam merevitaliasi dan mengajarkan penulisan aksara Incung Kerinci pada generasi muda Kabupaten Kerinci secara khusus, dan Jambi secara umum. Rumah yang ditempatinya di Kota Sungaipenuh dijadikannya museum yang menyimpan beberapa koleksi naskah kuno dan peninggalan purbaka Kerinci lainnya. Pengumpulan dan dokumentasi potensi kebudayaan Kerinci dilakukannya dengan biaya pribadi. (ist)