Nasional

VIRAL! Tarif Ojek Pangkalan Hingga Rp250 Ribu Ternyata Kuli Bangunan

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Tiga orang penumpang menjadi korban ojek pangkalan (opang) yang ‘menggetok’ dengan tarif Rp 250 ribu di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ketiga pria itu bekerja sebagai kuli bangunan.

“Pekerja proyek bangunan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Mubarok saat dihubungi, Jumat (21/2/2020) kemaren.

Mubarok mengatakan ketiganya sudah bekerja di Jakarta sekitar satu sampai dua tahun, sehingga mereka sudah mengetahui berapa ongkos pasaran dari Terminal Kalideres ke tempat tujuan di Jl Manggis 1 Tanjung Duren, Jakarta Barat.

“Tahu, makanya juga mereka kaget. Biasanya Rp 50-100 ribu,” imbuh Mubarok.

Seperti diketahui, polisi menangkap ketiga pelaku setelah video kejadian viral di media sosial. Ketiga pelaku adalah Sugarno (54), Arief Lewa (48), dan Bahtiar AA (46). Ketiga pelaku merupakan warga Kalideres, Jakarta Barat.

Baca juga:  Update Corona Hari Ini: Total Positif 1.790 Meninggal Dunia, 170 Orang, 112 Sembuh

Mubarok menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 27 Oktober 2019 lalu. Saat itu ketiga korban yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur (sebelumnya polisi menyebut Kediri), baru turun di Terminal Kalideres.

“Jadi dia pas turun di Kalideres dari arah Jawa, turunlah di Kaliders. Sampai di Kalideres cari ojek pangkalan (dengan tujuan) ke Tanjung Duren,” jelas Mubarok.

Saat itu, kata Mubarok, ketiga korban langsung ‘disambut’ oleh ketiga pelaku. Kepada ketiga pelaku, korban meminta diantar ke Jl Manggis 1, Tanjung Duren.

“Sini… sini…’ kata ojeknya, terus dibawa ke Jl Manggis 1 No 8 Tanjung Duren Utara,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, para pelaku meminta penumpang membayar Rp 250 ribu per orang, sehingga total diminta Rp 750 ribu, dilansir Brito.id media partner Kerincitime.co.id dari laman Detik.com.

Baca juga:  Emirates Sampaikan Salam Perpisahan Penuh Haru Terkait Setop Layanan Karena Corona

“Pas turun itu baru diminta, baru transaksi Rp 750 ribu, jadi satu orang Rp 250 ribu,” sebutnya.

Keterangan Mubarok ini berbeda dengan Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung Wibowo. Agung menyebut, sebelum diantar ke Tanjung Duren, ketiga pelaku sudah menyampaikan ongkosnya, yakni ‘dua setengah’, yang dikira korban adalah Rp 25 ribu.

Penumpang tidak terima dengan harga tersebut, sehingga sempat terjadi percekcokan. Salah seorang penumpang juga merekam perdebatan itu melalui kamera ponselnya.

Lama berlalu, video itu baru viral belakangan ini. Polisi pun baru menangkap ketiga pelaku sore tadi. (Irw)

Tags

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close