8 Milyar Bantuan Covid-19 Merangin Batal Cair
Kerincitime.co.id, Berita Merangin – Bantuan untuk penanggulangan ekonomi Rp 8 milyar batal cair, pedagang di Merangin pun gigit jari menghadapi pandemi.
Begitulah gambaran penanggulangan Virus Corona yang berdampak ke semua lini di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
Sedianya, ada usulan bantuan untuk pemulihan ekonomi, entah kenapa anggaran yang ditandatangani Bupati Merangin bertanggal 7 April itu urung dilakukan.
Padahal, dalam laporan belanja tidak terduga dalam APBD 2020 untuk penanganan Pandemi Covid-19 Merangin, terdapat anggaran Rp 8.187.250.342 untuk penanganan dampak ekonomi.
Hal ini, tak lain pembatasan jarak dan aturan pemerintah untuk bekerja dirumah. Mau tak mau, upaya pencegahan penyebaran Covid-19, berdampak bagi usaha kecil, menengah dan lini lainnya.
Mirisnya, Dinamikajambi.com mendapatkan sejumlah pelaku usaha yang sama sekali tak dapat bantuan.
“Alhamdulilah tidak ada. Bantuan dari pusat, provinsi atau kabupaten, kita tidak terima,” kata salah satu pedagang.
Selain itu, pedagang yang berada di kawasan kantor Bupati Merangin ini, juga masih membayar tagihan PDAM yang oleh pemerintah gratis selama 3 bulan.
Batalnya bantuan untuk Pedagang di Merangin ini, bikin gigit jari pula pelaku usaha lainnya.
Dampak ekonomi ini, juga terdapat di jasa transportasi. Dimana pantauan awak media dalam periode tersebut, penumpang travel sepi hingga pemberangkatan dikurangi.
Family Raya Transport bahkan sempat menutup operasional dan merogoh kantong perusahaan untuk karyawan yang dirumahkan.
Selain itu, ada pula pelaku usaha hiburan, wedding organizer maupun organ tunggal yang tak bisa mendapatkan uang lantaran pembatasan sosial dan orderan yang menurun tajam. (Irw)
Sumber: Dinamikajambi.com