HOT NEWSJambiKerinciNasional

Ada Nama Paizal dan PSI dalam Proyek PLTA Telun Berasap

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Ternyata pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang mengancam kelestarian obyek wisata Telun Berasap di Kabupaten Kerinci disokong oleh para petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mayoritas pemegang saham PT Salsabila Hydro Energy (Salsabila), pemilik megaproyek itu, adalah para kader inti partai yang kini dikomandoi oleh musisi Giring Ganesha itu.

Dalam dokumen yang didapat Metro Jambi, PT Salsabila didirikan oleh Paizal Kadni di Tangerang pada 2014. Dia tercatat sebagai direktur. Seorang sumber menyebut, Salsabila adalah nama putri sang direktur. Paizal adalah mantan Ketua DPW PSI Provinsi Jambi yang juga maju sebagai caleg DPR RI pada Pemilu 2019.
Selain direktur, Paizal juga pemegang saham. Namun, Paizal bukan satu-satunya kader PSI di dalam kepemilikan perusahaan tersebut. Ada tiga nama lainnya yang bila disatukan akan menjadi pemegang saham mayoritas, yakni Fenty Noverita Indrawaty dan Lila Zuhara.

“Ah, info darimana pula itu punya PSI. Cuma, saya pernah nyaleg di PSI,” ujar Paizal ketika menjawab pertanyaan Metro Jambi dua pekan lalu. Metro Jambi sempat menyatakan bahwa Paizal pasti tahu siapa tokoh PSI yang tercatat sebagai pemegang saham perusahaannya.
Paizal memang pernah maju sebagai calon anggota DPR RI dari PSI untuk daerah pemilihan Jambi. Kala itu, dia juga menjabat Ketua DPW PSI Provinsi Jambi. Hanya saja, dia tidak berhasil meraup suara yang cukup untuk melaju ke Senayan.
Dalam dokumen perubahan komposisi saham PT Salsabila pada 2017, yang dipakai untuk pengajuan berbagai izin, termasuk persetujuan AMDAL, Paizal tercatat menguasai 280 saham. Sedangkan Fenty Noverita Indrawaty dan Lila Zuhara masing-masing menguasai 300 saham.
Pemegang saham lainnya adalah PT Niarta Jasanet sebanyak 100 saham dan Lisni Dani sebanyak 20 saham.
Dari penelusuran Metro Jambi, Fenti Noverita adalah Sekretaris Mahkamah Partai DPP PSI di bawah Ketua Mahkamah Albert Aries, sebagaimana tercantum dalam SK Menkumham tentang Perubahan Pengurus PSI pada 2017. Sedangkan Lila Zuhara dalah Wakil Bendahara DPP PSI.
Dalam perubahan kala itu, nama Sunny Tanuwidjaja, mantan orang dekat Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) juga masuk ke dalam susunan pengurus tinggi DPP PSI, yakni sebagai Sekretaris Dewan Pembina. Ketua Dewan Pembina-nya adalah Jeffrie Geofavie.
Sedangkan PT Niarta Jasanet adalah perusahaan yang antara lain bergerak di bidang pembangkit listrik dan renewable energy. Salah satu anak usahanya adalah Axerna, yang diketahui menjadi konsultan PT Salsabila dalam menggarap PLTA Telun berasap. Axerna juga digawangi seorang eksptariat bernama Markus Straub.
Paizal enggan mengomentari pembicaraan soal pemegang saham perusahaan. Dia hanya menyebut, PLTA Telun Berasap merupakan program Jokowi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang dikerjakan oleh swasta. “Jadi tidak ada itu (proyek PSI, red),” tegasnya.
Kalah pada Pemlu 2019, posisi Paizal di kursi Ketua DPW PSI Provinsi Jambi kemudian digantikan oleh Tigor GH Sinaga. Sayangnya, Tigor dan pengurus PSI lainnya di DPW Provinsi Jambi belum bisa dimintai tanggapan. Dikirimi pesan WhatsApp juga tidak merespons.
Sekretaris DPW PSI Provinsi Jambi di masa kepemimpinan Paisal Kadni, Ade Adrianus, yang dihubungi melalui telepon mengaku tidak berwenang memberikan keterangan. “Saya sudah tidak menjabat sekretaris lagi, jadi saya tidak memiliki wewenang,” ujarnya sembari bertanya ada masalah apa dengan PSI.
Seperti diberitakan, pembangunan PLTA di sungai Batang Sangir dalam Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, mengancam Air Terjun Telun Berasap, salah satu obyek wisata ikonik Provinsi Jambi. Proyek ini dikerjakan oleh PT Salsabila Hydro Energy.
Ancaman nyata muncul karena PT Salsabila akan membangun dam di bagian atas air terjun, lalu mengalihkannya ke pipa besar untuk menggerakan dua turbin pembangkit listrik 16 megawatt (MW). Air yang dialihkan ke turbin itu akan masuk kembali ke Sungai Batang Sangir di bagian bawah air terjun.

Baca juga:  Pelaku Seni Merangin Wakili Propinsi Jambi Pameran Lukisan Nasional

Saat beroperasi PLTA itu akan menyedot debit air sebanyak 11 meter kubik per detik untuk menggerakkan dua turbin tersebut. Sedangkan rerata debit air Sungai Batang Sangir adalah 23,09 meter kubik per detik. Otomatis, debit air terjun hanya tersisa 12,09 meter kubik per detik.
Di musim kemarau, debitnya diyakini akan lebih kecil lagi karena PLTA tetap akan mengambil 11 meter kubik. Namun, kajian AMDAL-nya tetap lolos di tangan Komisi Penilai AMDAL dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi.
Sejak lama masyarakat sekitar poyek PLTA ini mengkhawatirkan bakal lenyapnya Air Terjun akibat pembangunan PLTA. Keluarnya perizinan dan persetujuan AMDAL untuk proyek ini seperti mengabaikan kepentingan masyarakat yang selama hidup dari potensi wisata Air Terjun Telun Berasap.
“Berapa persen air terjun Telun Berasap yang akan diambil dan akan dialirkan ke turbin? Bila berkurang debit air terjun tersebut maka air terjun kami bukan Air Terjun Telun Berasap lagi,” ujar Ahmad Benyamin, salah seorang warga dalam pertemuan dengan PT Salsabila di Kantor Camat Gunung Tujuh pada 8 Desember 2017.
Ada pula yang mengingatkan bahwa air terjun itu “didapat” melalui “perang besar” pada 1980-an karena letaknya di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. “Mohon dikaji dampak positif dan negatif kegiatan ini. Mohon dipertimbangkan bahwa Air Terjun Telun Berasap sebagai tempat wisata kami,” kata Zakaria, Ketua BPD Pelompek Pasar Baru di masa itu.
Tidak satu pun perwakilan PT Salsabila menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar ancaman terhadap objek wisata yang dulu sempat tenar dengan nama Letter W itu. “Untuk dampak-dampak yang ditimbulkan akan dikaji mendalam pada studi AMDAL,” jawab mereka kala itu.
Menjawab telepon Metro Jambi, Paizal Kadni sempat menanyakan pentingnya mengkritik proyek yang kini sedang dalam tahap pembebasan lahan itu. “Kalau sudah dibangun, sudah jalan, mau dikritik silakan. Ini mulai saja belum. Nggak usaha lah (dikritik) dulu,” ujarnya. Menurut dia, AMDAL disusun sudah sesuai prosedur. (Irw)

Baca juga:  Kabar Baik, Kasus Meninggal Harian RI Menurun

Sumber: Metrojambi.com

Show More
Back to top button
>