HOT NEWS

Bentrok, 1 Warga Kena Tembak Senapan Angin

Berita KERINCI, Kerincitime.co.id – Suasana di perbatasan Desa Sanggaran Agung dan Pulau Pandan masih mencekam.

Ratusan warga Sanggaran Agung saat ini terus berjaga-jaga di perbatasan tepatnya di jembatan penghubung dua desa berseteru ini. Sementara massa Pulau Pandan bertahan di seberang jembatan.

Aparat kepolisian juga masih berjaga di lokasi bentrok.

Noviardi, tokoh pemuda Sanggaran Agung yang saat ini berada di TKP bentrok, kepada metrosakti.com mengatakan, meski sedang dilakukan mediasi di Polsek Danau Kerinci, namun kondisi di perbatasan sempat kembali memanas. Pasalnya, warga Pulau Pandan masih berupaya untuk menyerang, namun terhenti oleh pengamanan polisi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh warga Sanggaran Agung lainnya, Yudi. Ia mengatakan, saat bentrok berlangsung Rabu (1/7) tadi malam, seorang warga atas nama Eko mengalami luka, setelah terkena peluru senapan angin di bagian tangan sebelah kiri.

Baca juga:  Miris! Tidak Punya Uang Rp. 700.000,- Warga Kemantan Tinggi Batal Ambil Sertifikat Prona

“Iya, ada warga yang kena peluru senapan angin di bagian tangan. Tapi bukan warga sini, dia kebetulan ada di TKP saat bentrok sedang memanas,” sebutnya.

“Saat ini suasana masih tegang, tadi beberapa kali warga Pulau Pandan berupaya menyerang. Bunyi letusan senapan angin tadi juga terdengar beberapa kali,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, beberapa rumah warga sanggaran Agung di sekitar perbatasan mengalami rusak ringan akibat lemparan batu.

“Beberapa rumah rusak ringan, atap banyak yang jebol kena lemparan,” bebernya lagi.

Sementara itu, saat ini proses mediasi di Polsek Danau Kerinci untuk menyelesaikan konflik dua desa bertetangga ini masih berlangsung. (Iam/metrosakti)

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth
  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close