Entah mengapa,
Lampu di sepanjang jalan panjang, padam.
Meraba aku
Membaca rambu
Peron ke peron peran
Dari kalifah kalah.
Entah ke mana,
Belum aku jumpa sampai ke bentang sajadah
Lembab bersimbah
Hingga butir tasbih ke berapa
Tak berhenti
Napas ke nafsu lakon
Dari hamba hina.
Entah di mana,
Sampailah ke detak jantung
Doa-doa gantung
Kajian yang tak hendak putus
Menunggu maqom tanpa tanda
Masih sibuk meramal andai
Rapal ke rapal sesal
Dari manusia biasa.
Entahlah,
Entahlah,
Entahlah !
141217