Geopark Merangin Jambi

Berita Bangko, Kerincitime.co.id – Konsep Geopark pertama kali berkembang tahun 1999 di Eropah,Setahun kemudiaan sejumlah negara negara di Eropa membentuk Eurupean Geopark Network (EGN) dan gagasan ini mendapat dukungan dari UNESCO sebuah badan PBB, dan UNESCO membentuk Global Network Of National Geopark (GNG), dan pada tahun 2001 Lembaga ini mengganti nama menjadi Global Geopark Network (GGN),melalui lembaga ini menetapkan sejumlah kawasan yang masuk dalam kategori Geopark disejumlah negara negara yang memiliki kawasan Geopark dan hingga saat ini terdapat 97 kawasan yang ditetapkan sebagai global geopark.

Dengan penetapan ini UNESCO berharap kawasan Geopark kelestariannya untuk dapat dijaga dan dirawat oleh masyarakat dan kawasan itu disebut sebagai warisan dunia, kawasan ini dapat dijadikan kawasan pariwisata yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah sebagai salah satu sumber pendapatan, dan hingga tahun ini di Indonesia hanya ada satu kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark yakni kawasan gunung batur di Bali, Penetapan ini dilaksanakan oleh GGN pada tahun 2012 di Portugal

GEOPARK, merupakan konsep yang dipromosikan UNESCO (2000) dan telah banyak diterapkan di negara-negara Eropa dan China. Pada prinsipnya geopark merupakan konsep pengembangan kawasan dimana beberapa potensi geoheritage yang terletak berdekatan di wilayah telah terbangun dikelola dengan cara mengintegrasikan prinsip-prinsip konservasi dan rencana tata ruang eksisting dari pemerintah (Ibrahim Komoo, 1993).

 

Perbandingan pengelolaan Geopark di negara Malaysia,Thailand dan negara Korea Geodiversity telah dimanfaatkan secara penuh dalam mendukung konservasi lingkungan guna meningkatkan kenyamaman hidup dan mendukung industri Pariwisata. Informasi nilai nilai Intsrinsic Goediversity(Geologi) sudah di sosialisasikan secara luas sehingga peristilahannya telah menjadi bahasa publik

 

Sedangkan geoheritage dan Geopark di China, Setiap Provinsi di daratan China telah ada beberapa Geopark nasional, setiap mintakat tektonik diwakili oleh beberapa Geopark,Geoheritage di China telah di susun berdasarkan klarifikasi sistematik sesuai dengan stantard Internasional, san setiap situs representatif geoheritage telah dilindungi dengan baik oleh peraturan konservasi alam yang Ketat

 

Hasil Penelitian”Jambi Flora yang dilakukan oleh Pusat Survei Geologi dan Geological Research Institute-Naturalis Leiden, The Netherlands. menunjukkan bahwa ada tiga kumpulan flora yaitu (1) flora lokal yang terdiri atas cordaites, pecopterids dan Calamites, (2) flora lokal dengan tambahan Macralethopteris dan (3) kemungkinan mengandung Macralethopteris Sp II dengan campuran flora bersifat Cathaysian.

Flora ini membedakan antara kumpulan flora overbank dengan flora sistem sungai teranyam (dengan pecopterids) dan flora kumpulan gosong pasir dengan sistem sungai teranyam (dengan Cordaites dan Calamites besar). Hal tersebut sudah jelas dari segi lingkungan pengendapan terutama pada endapan yang mengandung fosil.

Fosil-fosil yang telah dikumpulkan yang mengandung karbon organik yang asli diharapkan dapat dilakukan penelitian dengan teknik yang baru terhadap kutikel (cuticle) dan stomata di masa mendatang.

Thomson (1936) melaporkan adanya jenis fusulina seperti Pseudoschwagerina meranginensis dan Schwagerina rutschi dari Teluk Gedang menunjukkan umur Asselian. Asama (1984) beranggapan bahwa umur gigantopterids dari Formasi Mengkarang adalah Awal Perem, tetapi sekitar batas antara Karbon. Nguyen (dalam Fontaine dan Gafoer, 1989) mempelajari fusulina dari Formasi Palepat dan menghasilkan Boultonia willisi, B. chei, Schubertella kingi, Fusulinella cf. utahensis, Schwagerina sp., Pseudoschwagerina cf. meranginensis, Rugofusulina rutchi, Parafusulina lysi, P. langei, dan Nankinella sp. Menunjukkan umur Asselian Akhir. Umur Sakmarian formasi ini didukung oleh hasil analisis Vachard, 1989; Vozzenin Serra, 1989; Suyoko, 1996. Hasibuan dkk. (2000) meneliti kembali fosil brakiopoda Formasi Mengkarang di sepanjang S. Mengkarang berkesimpulan bahwa Stereochia semireticulatus berumur Perem Awal. Waveren dkk. (2005) berkesimpulan bahwa umur fusulina dari Teluk Gedang juga berumur Asselian, sedangkan dari “Salemboekoe Schichten” (Sungai Salambuku) adalah Sakmarian. Ueno dkk. (2006) menyebutkan bahwa adanya fusulina Pseudoschwagerina dan Pseudofusulina? di Teluk Gedang menunjukkan umur Asselian (Awal Perem) untuk Formasi Mengkarang atau 300 juta

Fusulina dari Formasi Palepat ( Ueno et al., 2006) dari lokasi yang sama dengan Nguyen menemukan Minojapanella, Schubertella, Toriyamaia, Praeskinnerella, Chalaroschwagerina?, dan Paraschwagerina? menunjukkan kisaran umur yang agak muda yaitu Yakhtashian atau Bolorian ( Artinskian atau Kungurian). Bagian bawah dari Formasi Palepat diperkirangan menjemari dengan Formasi Mengkarang Formation di bawahnya.  (Budhi VJ)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Berita Terkait By Google News

Apa Komentar Anda Tentang Artikel Ini?

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful