Nasional

Panik Corona di Jakarta, Anies Umumkan Kalau Flu Tak Boleh Keluar Rumah

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Gelombang kepanikan terus melanda Jakarta pasca ditemukannya dua warga Depok positif terjangkit virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  menerbitkan sejumlah imbauan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19. Dikabarkan, Anies bahkan melarang warga terserang flu keluar rumah.

“Di Jakarta, Gubernur Anies sudah nyuruh kalau ado penyakit flu ndak boleh keluar rumah,” ungkap Aditya (26), warga Kota Jambi yang kini sedang berada di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Dilansir laman Suara.com –jambiseru.com  media partner kerincitime.co.id, Anies mengimbau agar warga DKI yang merasa ada gejala virus corona, tak langsung mendatangi fasilitas kesehatan (Faskes). Ia meminta agar masyarakat hanya melapor dengan menghubungi nomor 112 dan 119.

Baca juga:  Sekda Alpian Pimpin Evaluasi Tanggap Darurat Covid 19

“Telepon ke tempat tersedia (nomor) 112/119, kami meminta jangan langsung ke fasilitas kesehatan,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Ia menjelaskan, kalau ada warga yang mengalami gejala mirip corona dan langsung menuju ke faskes serta setelahnya dinyatakan positif, malah berbahaya.

Sebab, kata dia, orang tersebut pasti melewati banyak tempat ketika menuju faskes sehingga memungkinkan penyebaran lebih luas.

“Kalau datang (ke faskes), dalam perjalanan punya potensi penularan. Ri ruang tunggu faskes juga punya potensi penularan,” kata dia,

Karena itu, dia meminta agar warga yang diduga terjangkit tak datang langsung ke rumah-rumah sakit. Ia menyebut petugas sendiri yang akan datang langsung ke lokasi dan menjemput pasien.

Baca juga:  Puluhan Warga Pendatang Tidak Diperkenankan Masuk di Kecamatan Lembahmasurai

“Jadi tinggal di tempat Anda berada, kami yang akan jemput. SOP-nya begitu.”

Sebelumnya diberitakan, dua WNI dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Keduanya yang merupakan warga Depok, Jawa Barat saat ini dirawat di ruang isolasi di RSPI Dr Sulianti Saroso, Jakarta.

Kedua WNI yang terinfeksi adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun.

Infeksi tersebut berawal saat sang anak yang merupakan guru dansa mengikuti pertemuan klub dansa di salah satu klub di Jakarta.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pasien menghadiri acara klub dansa yang dihadiri oleh peserta internasional pada 14 Februari 2020 atau bertepatan dengan perayaan Hari Valentine.

Baca juga:  Puluhan Warga Pendatang Tidak Diperkenankan Masuk di Kecamatan Lembahmasurai

Saat acara tersebut, ia berdansa dengan seorang WN Jepang yang merupakan teman dekatnya.

“Kenanya dia guru dansa, dia berdansa dengan teman dekatnya kalau nggak salah 14 Februari,” kata Terawan di RSIP Dr Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020). (*/irw)

 

Tags
[nug_data_corona data="indonesia" provinsi="Jambi" style="card"]

Related Articles

Back to top button
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close