Pariwisata/Budaya

Potret Suku Anak Dalam di Pedalaman Jambi

kerincitime.co.idJambi, Kabupaten Sarolangun  dan Kabupaten   Merangin   merupakan  kabupaten   yang    termasuk    dalam   wilayah   Propinsi Jambi    yang memiliki  potensi    kekayaan    alam  yang   besar   termasuk    potensi  di bidang  pariwisata, seni, dan budaya,  bahkan di dalam kawasan   Taman Nasional  Bukit   Dua  Belas  Kabupaten Sarolangun  dan di sejumlah kawasan terpencil di Kabupaten Merangin,  hingga saat ini masih memiliki kelompok masyarakat peninggalan budaya masa lampau   yang unik dan spesifik  dengan pola budaya  hidup  melangun (nomaden).

Nurul Anggraini,Pratiwi,Indah Prasetia Wiza, dan Mari Esterelita,Mahasiswa STKS Bandung asal Jambi
Nurul Anggraini,Pratiwi,Indah Prasetia Wiza, dan Mari Esterelita,Mahasiswa STKS Bandung asal Jambi

 Menurut Direktur LSM –Kopsad Budhi.VJ Rio Temenggung (Bandung:  2012)  Dalam kurun  waktu   beberapa  tahun  terakhir  Pemerintah  Propinsi  Jambi  melalui  Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Propinsi  Jambi,  Pemerintah  Kabupaten  Sarolangun  dan Pemerintah Kabupaten  Merangin,  Dunia Usaha termasuk   Perusahaan  Perkebunan   Kelapa   Sawit   PT Kresna Duta Agro Indo  (PT SMART Tbk.), PT Sari Aditya Loka I Tabir Selatan,  telah  memiliki kesungguhan dan kepedulian terhadap masalah masyarakat prasejahtera termasuk masyarakat terasing Suku Anak

Dalam. Tak kalah pentingnya, perhatian dan dukungan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan   Basri  Agus,  M.M.   terhadap  upaya   pembinaan dan pemberdayaan mereka   cukup   besar   saat   masih  menjabat Bupati Sarolangun. Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. telah menunjukkan   keseriusannya dalam melakukan pemberdayaan terhadap komunitas adat terpencil- Suku Anak Dalam

.  Salah satu terobosan  besar  saat  masih  menjabat   Bupati  Sarolangun Drs. H. Hasan Basri Agus  telah menggagas   dan    membentuk   lembaga khusus  untuk menangani pendidikan mereka   dengan  membentuk seksi khusus atau  Kasi  Pendidikan Suku Anak   Dalam.

Keseriusan  lain  yang dilakukan  H. Hasan Basri Agus, M.M.   adalah  mengangkat  penyuluh  agama honorer  yang ditugaskan khusus untuk menangani pendidikan agama   dengan    mendatangkan   guru mengaji dari  santri    Pondok   Pesantren  Langitan   Tuban Jawa Timur  untuk   membina   mental   dan   spiritual  mereka  yang  sudah   mualaf    dan   membantu  insentif    beberapa orang pembina rohani.   .

Komunitas Adat Terpencil  Suku Anak Dalam  yang mendiami  kawasan hutan  di sepanjang hulu Sungai Batanghari.Mereka  adalah sanak  kita   juga, kehadiran  mereka melengkapi khasanah budaya  nusantara, masyarakat  yang termasuk  masyarakat terpencil,  tertutup, dan  tertinggal,   ini  masih   menyatu   dengan alam dan memegang teguh kearifan lokal yang mereka miliki.Kita semua memiliki kewajiban yang  sama untuk menghargai keberadaan mereka.

Menurut Gubernur Jambi Apa yang dilakukan oleh LSM-KOPSAD merupakan   salah  satu  upaya  untuk mengangkat nilai nilai manusua dan kemanusiaan  komunitas adat Terpencil-Suku Anak Dalam di Belantara Hutan Jambi

Direktur Eksekutif LSM Kopsad  Jambi- BJ.Rio Temenggung Tuo mengemukakan

Seperti yang telah ketahui bahwa saat ini kita sudah memasuki tahun 2012 dan  telah  memasuki era milenium ketiga. Tantangan yang dihadapi tidak sedikit, kita bukan lagi hidup dalam alam kehidupan  tradisional dan kehidupan industri, tetapi menurut  Futurolog  Alvin Toffler, kita sedang memasuki kehidupan dalam alam kehidupan komonikasi dan informasi. Transparansi kehidupan yang global seolah-olah  mengisyaratkan bahwa  dunia  sudah  dapat   mengecil bagaikan ”Desa Dunia” nyaris tanpa batas disebabkan oleh derasnya arus komonikasi  dan informasi yang menyebar ke dalam denyut nadi kehidupan umat manusia.

Tugas kita yang paling berat adalah  bagaimana   kita  mempersiapkan masyarakat yang selalu hidup dalam lingkungan yang dinamis dan penuh kompetitif  dengan  perubahan  yang luar  biasa akibat dampak komunikasi  dan informasi yang tidak kenal waktu. Bagi mereka dengan kemiskinan ilmu pengetahuan  sangat sulit  bagi  mereka untuk beradaptasi dan memahami perputaran   roda zaman,  membiarkan    saudara-saudara  kita tersebut terus  dalam  keterasingan dan ketidakberdayaan   adalah suatu sikap yang  kurang  arif  dan  tidak bijaksana,  justru  tugas kita untuk membebaskan mereka dari belenggu  isolasi dan ketertingalan yang menyelimuti mereka sejak berabad-abad yang silam.

Sebagai manusia dan sebagai warga negara Indonesia,  mereka juga berhak untuk mendapat kesempatan  dan hak yang sama untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di tengah  masyarakat yang lain. Tuntutan  zaman   dan  kondisi hutan dan habitat yang semakin menyempit menghendaki  mereka untuk berubah, namun perubahan  yang dilakukan hendaknya tidak meninggalkan dan tidak mencabut akar budaya mereka.

Seperti  yang   kita    ketahui    bahwa   Suku Anak Dalam atau  Suku Kubu  merupakan  salah satu   suku  yang  ada  di Propinsi Jambi yang telah hidup sejak ratusan silam yang lampau, komunitas   ini  hidup dan tersebar di berbagai  kantong  pemukiman di belantara hutan  dan pada  beberapa kantong-kantong pemukiman  yang tersebar pada 8 Kabupaten di Propinsi Jambi. Daerah  penyebaran  mereka  terbanyak berada di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas antara lain  terdapat  di daerah Sungai Sorenggom,   Sungai Terab,  Sungai  Kejasung Besar atau Kejasung Kecil, Sungai Makekal dan Sungai  Sukalado. Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas secara administratif terletak di antara Kabupaten Sarolangun,  Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Batanghari. Di samping  ketiga daerah tersebut  mereka juga banyak mendiami  hutan di kawasan Kabupaten  Merangin, Bungo, dan Kabupaten  Muara Jambi.

Sejak ratusan tahun yang silam mereka hidup dengan damai di dalam hutan belantara Jambi.  Dampak dari perubahan zaman dan dampak dari pembangunan pemukiman dan perkebunan  membuat mereka  mau tidak mau juga harus berubah. Untuk mempertahankan dan memberdayakan mereka, Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat dan dunia usaha telah melakukan berbagai  upaya pembinaan dan pemberdayaan.

Upaya yang telah dilakukan belum sepenuhnya dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mereka, namun dengan  dukungan yang diberikan oleh perusahaan perkebunan yang bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat  perlahan telah membawa perobahan yang cukup positif.

Gubernur Jambi  memberikan atensi dan apresiasi  serta  menyampaikan  ucapan  terima kasih   dan   penghargaan   yang   setulus-tulusnya    kepada  Managemen  PT  Kresna  Duta  Agro   Indo  ( PT.SMART Tbk.)  Jakarta,  Managemen   PT Sari  Aditya  Loka I,   dan   sejumlah   perusahaan  di daerah ini  yang   telah  melaksanakan  program  CSR   terutama   bagi  mereka  yang  berada   di   Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.(Nurul Anggraini Pratiwi,Dkk-Mahasiswi STKS Bandung)

“Di ulas Oleh Kerincitime”

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button