HOT NEWS

Suwadi Idris: Ganjar Pranowo Berpotensi Besar Merebut Pendukung Jokowi di Pilpres 2024

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Framing isu Ganjar Pranowo ditolak PDI Perjuangan maju di Pemilihan Presiden 2024 dianggap terlalu dini untuk disimpulkan, sebab tipe PDIP cendrung merujuk pada peta electoral setiap figur capres internalnya.

Suwadi Idris Amir, Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) mengamati, PDIP yang sukses mengendalikan kebijakan sejak kepemimpinan Presiden Jokowi tidak mungkin gegabah dalam mendorong capres yang minim dukungan elektoral, sebab sangat beresiko untuk eksistensi PDIP 2024 menghadapi pileg dan pilpres.

Suwadi menilai, Ganjar Pranowo akan dilirik para elit parpol karena potensinya yang besar. Gubernur Jawa Tengah itu selalu masuk tiga besar survei dengan elektoral teratas.

“Artinya jika PDIP mengabaikan potensi Ganjar sebagai kadernya ya tentu menguntungkan partai lain yang besar kemungkinan memberi ruang bagi Ganjar maju lewat partai selain PDIP,” jelasnya kepada fajar.co.id, Rabu (26/5/2021).

Baca juga:  Lapak MKS Dibongkar, Puluhan Pedagang Tak Kebagian Tempat Pindah

Namun kata Suwadi, Ketua Umum Megawati itu tokoh yang rasional, terbukti ia dengan tegas mendorong Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 lalu dan keputusannya berbuah kesuksesan.

“Dalam hal ini saya melihat Bu Mega pun akan memberi ruang kepada Mas Ganjar di pilpres 2024 jika Ganjar mampu mempertahankan trend elektoralnya dan mampu meyakinkan Mega atas kesiapan kos politik dan partai koalisi bagi PDIP,” terangnya.

Sosok Ganjar Pranowo juga dianggap paling mendekati kefiguran Presiden Jokowi yang sukses memenangkan pilpres dua periode. Artinya, beber Suwadi, sosok Ganjar Pranowo berpotensi besar merebut pendukung Jokowi di pilpres 2024 mendatang.

Lantas jika prediksi itu benar, siapa sosok ideal duet Ganjar di Pilpres? Suwadi Idris beranggapan representasi Jawa dan non Jawa telah beberapa kali keluar sebagai pemenang.

Sebut saja duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Jusuf Kalla pada Pilpres 2004 dan Jokowi – Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Mereka adalah hasil ‘perkawinan’ dari wilayah barat dan timur Indonesia.

Baca juga:  Cabuli Anak Dibawah Umur, Warga Siulak Mukai Kerinci di Ciduk Polisi
Amran Sulaiman. (Ist)

Suwadi menyebut Ganjar Pranowo sangat kuat jika bergandengan dengan Andi Amran Sulaiman, mantan Menteri Pertanian era Jokowi-JK. Sebab Amran memiliki empat keunggulan.

“Amran siap kos politik tanpa bantuan pemodal. Amran juga sangat dekat dengan dua parpol yaitu PAN dan PKS,” ungkapnya.

Selanjutnya, Amran juga dianggap representasi paling idel di Indonesia Timur. Praktis hampir segalanya dimiliki CEO Tiran Group itu.

“Amran juga sangat kuat dan teruji integritasnya saat diamanahkan jadi menteri pertanian selama lima tahun serta sukses membawa Kementrian Pertanian mengangkat ekonomi indonesia,” pungkas Suwadi.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Amran Sulaiman tak ingin membahas lebih jauh terkait kemunculan namanya di bursa Pilpres. Fokusnya saat ini adalah ikut ambil bagian dalam upaya pemerintah memulihkan ekonomi.

Baca juga:  Alat Berat Bongkar Lapak MKS, Semua Pedagang Aktif Dapat Tempat

“Saya fokus di bisnis. Bangsa ini lagi mengalami resesi ekonomi, belum sepenuhnya pulih. Saya fokus memperjuangkan ekonomi bagaimana caranya kita bisa bangkit,” tegas Amran belum lama ini.

Fokusnya tak ingin terbelah dengan runyamnya perpolitikan nasional. Ribuan tenaga kerja yang bekerja dengannya harus ia jaga dengan penuh tanggung jawab. Apalagi Amran telah berikrar tak ingin melakukan PHK.

“Saya punya 30 perusahaan, ribuan tenaga kerja. Ini harus dijaga dan dikawal dengan baik. Kalau saya tidak fokus, bisa bahaya saya punya karyawan. Karena saya sudah tekankan kepada seluruh direktur jangan sampai ada PHK. Saya tidak mau itu terjadi. Alhamdulillah selama Covid-19 ini kita tidak lakukan PHK. Perusahaan saya pun sampai hari ini aman-aman saja,” paparnya. (Irw)

Sumber:Fajar.co.id

Show More
Back to top button
>