Nasional

106 Rumah di Banten Hancur Akibat Gempa

Penampakan rumah warga yang rusak akibat gempa Banten pada Jumat (2/8) malam. (Suara.com/Yandhi Deslatama)
Penampakan rumah warga yang rusak akibat gempa Banten pada Jumat (2/8) malam. (Suara.com/Yandhi Deslatama)

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – BPBD mengeluarkan data kerusakan sementara per Sabtu pukul 07.00 WIB. Tercatat bangunan rusak mencapai 106 unit, yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Kabupaten Pandeglang menjadi daerah terbanyak kerusakan bangunan, sebanyak 94 rumah.

“Di Kecamatan Mandalawangi ada 44 rumah rusak. Paling parah di dua desa, Panjang Jaya dan Sinar Jaya,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pandegelang, Deni, dilansir Suara.com–jaringan Jambiseru.com media partner kerincitime.co.id, Sabtu (03/08/2019).

Sedangkan di Kabupaten Lebak, data sementara yang berhasil dikumpulkan, baru ada 12 kerusakan bangunan. Salah satunya GOR Ona Rangkasbitung.

Kecamatan dengan kerusakan terparah ada di Rangkasbitung, Cipanas, Warunggunung dan Cimarga. Sedangkan untuk korban jiwa maupun luka belum terdata.

Baca juga:  1 Warga dan 5 Polisi, Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

“Data sementara hingga tengah malam tadi 12 rumah rusak, saya terus pantau untuk update,” kata Kaprawi, Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sabtu (03/08/2019).

 

Korban Gempa Belum Tersentuh Bantuan

Sementara itu, sejumlah rumah warga di Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa. Sepeerti yang dialami oleh Nurhahayi, kamar depan rumahnya hancur dan tembok retak-retak.

“Ini aja kamar depan hancur. Kamar ini (kamar keduanya) retak-retak itu atasnya,” kata Nurhayati, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (03/08/2019).

Nurhayati bercerita saat malam kejadian, dia bersama keluarganya berada di ruang tengah sembari menonton televisi. Kemudian tiba-tiba guncangan terasa kencang, mereka langsung lari keluar rumah.

Baca juga:  Identitas Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

“Awalnya pelan, terus langsung kenceng. Kaget, makanya keluar rumah,” katanya.

Dia mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Kebutuhan mendesak yang diakuinya berupa alat tidur.

“Semua butuh sih yah. Tapi kalau bisa kasur dulu,” katanya. (bud)

 

Tags

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth
  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close