Sungai Penuh

17 Surat Suara Hilang, Warga Tolak Hasil Pilkades Simpang Tiga Rawang

Suasana ketika protes saksi terhadap panitia pilkades

Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 Desa Simpang Tiga Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh ditolak.

Pasalnya, didalam pelaksanaan pilkades pada Minggu 20-10-2019 diduga bermasalah yakni suara yang tercoblos sebanyak 1668 namun hasil perhitungan suara sebanyak 1651.

“Kami menilai bahwa pelaksanaan pilkades Desa Simpang Tiga Rawang terjadinya kecurangan. Seperti didalam jumlah DPT sebanyak 2147 dan sisa suara yang tidak digunakan sebanyak 478 artinya terdapat 17 surat suara yang hilang,”kata tokoh pemuda Deka Candra Desa Simpang Tiga , Senin, (21/10).

Ditambahkan lagi bahwa pihak panitia pelaksana dinilai tidak netral dan diduga memihak kepada salah satu calon kandidat. “Kami juga menduga bahwa semua panitia tidak netral dalam pilkades. Pihak panitia diduga sudah diatur oleh oknum cakades,”sebutnya.

Baca juga:  Deki: Konfirmasi ke Pak Khusairi, Saya Hanya Pekerja, Apa Perintah Kita Laksanakan

Menurut keterangan Yogi salah satu calon kandidat Yogi kepada wartawan mengungkapkan bahwa, dalam pelaksanaannya tidak teratur sehingga sulit membedakan siapa yang memiliki hak pilihnya di TPS.

“Jumlah DPT sebanyak dua ribu lebih. Tidak teratur dan sulit membedakan siapa yang masuk ke TPS dan siapa yang tidak,”ungkapnya.

Ketika dikonfrontir oleh saksi lanjutnya, panitia tidak mampu menjawabnya. “Yang ditanya oleh kami adalah data jumlah pemilih mengapa tidak sama dengan jumlah hasil pengumutan suara,”tanya Yogi.

Ares masyarakat lainnya mengatakan bahwa terdapat pemilih diluar Desa Simpang Tiga. “Kami menduga ada pemilih dari luar desa yang ikut mencoblos,”tukasnya.

Suasana malam kemarin sempat memanas beruntung cepat dikendalikan oleh pihak keamanan sehingga tidak berujung aksi anarkis.

Baca juga:  Sandiaga Uno Bawa Program OK OC ke Kerinci

“Dengan kondisi ini tentu kami mempertanyakan. Beruntung pihak keamanan cepat mengambil sikap dan keributan tidak meluas,”terangnya.

Pihak panitia juga mengakui adanya kekhilafan dalam pelaksanaan pilkades. “Anehnya pihak panitia mengakui adanya kekhilafan mereka terkait tidak singkronnya data atau jumlah pemilih,”tukasnya. (red)

Tags

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth
  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close