HukumMerangin

Tukang Ojek di Merangin Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Korban Begal

Korban saat ditemukan di kebun sawit. Foto: Jambi.kabardaerah.com

Kerincitime.co.id, Merangin – Masyarakat Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan dihebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki Parubaya dikebun sawit warga, di Jalan lintas sumatera km 09 Mentawak RT 13 RW 01.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban tersebut diduga dibunuh oleh Begal. Pasalnya, kenderaan yang dikendarai oleh korban tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP)

Setelah dikembangkan, posisi korban dalam keadaan telungkup dan juga ditemukan bekas tusukan di samping belakang sebelah kanan atas pinggang, ditangan korban ditemukan sebilah pisau diduga senjam tersebut adalah milik pelaku penusukan sehingga korban menghembus napas terkhir.

Korban pembunuhan tersebut ,M Nur (65) warga Desa Sei Ulak, kesehariannya diketahui sebagai tukang ojek.

Baca juga:  Polres Bungo Amankan Waldi dan Ismail Terkait Narkotika

Pengakuan warga yang pertama kali menemukan korban, Heri, dirinya melihat ada dua helm yang tergeletak di perkebunan sawit, setelah dicek ada seorang laki-laki yang tergeletak di pinggiran batang kelapa sawit.

“Iya saya mau menembak burung, dan saya mau pulang melihat di pinggir jalan ada dua helm, setelah saya cek ada bapak-bapak tergeletak di pinggir batang sawit,” ujar Heri dilansir jambi.kabardaerah.com jaringan jambiseru.com media partner Kerincitime.co.id.

Di lain tempat, saksi juga membeberkan bahwa dia melihat korban masuk kedalam kebun sawit dengan membonceng seseorang.

“Saya melihat dia masuk kedalam tadi dengan memboncengi orang, orang itu ciri cirinya pakai topi dan celana jens,” tutupnya,

Baca juga:  Puluhan Miliar Dana Covid Dipertanyakan

Korban lansung dibawa kerumah sakit untuk di otopsi lebih lanjut. (Irw)

 

Tags
[nug_data_corona data="indonesia" provinsi="Jambi" style="card"]

Related Articles

Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close