Kasus Dugaan Money Politik Di Pilkada Kerinci Dipertanyakan

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Dugaan money Politik pada pilkada Kerinci yang dilakukan oleh tim sukses dua pasang kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci yakni video bagi-bagi uang tim Adi-Ami dan bagi-bagi uang dari Arwiyanto ke Mardianto kini dipertanyakan.

“panwaslu sebagai pengawas dipertanyakan kinerjanya, sejauh mana tanggung jawab kerjanya terkait dugaan money politik tersebut” ungkap Syfari warga Kerinci kepada Kerincitime.co.id.

Anggota Panwaslu Kerinci Patrizal ketika dihubungi telpon selularnya tidak diangkat, di SMS tidak di balas, padahal sebelumnya ia mengaku ada yang akan melapor, namun hingga saat ini tidak jelas kabar bertitanya.

Untuk diketahui pada kampanye akbar pasangan calon Bupati Kerinci nomor urut 2 Adirozal-Amitaher jumat 22/06/2018 terjadi money politik di depan kantor Polsek Gunung Kerinci, pemberian uang tersebut diberikan langsung dijalan oleh tim Adirozal-Amitaher kepada masyarakat yang mengendarai motor untuk menghadiri kampanye Akbar Adirozal-Amitaher tersebut.

Aksi bagi-bagi uang oleh tim adirozal tersebut dikoordinir oleh Alfian Baron, terekam video yang bisa menjadi alat bukti money politik pasangan Adirozal-Amitaher diranah kecurangan pilkada kerinci.

Kemudian Mardianto warga Sungai Betung Mudik ditangkap setelah menerima uang yang diduga Money Politik dari Anggota DPRD Kerinci Arwiyanto dari Partai PKB di Pasar Minggu Jalan arah Sungai Renah Kecamtan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci Selasa sekitar pukul 15.30 wib.

Informasi yang dimpun kerincitime.co.id sebelum Mardianto ditangkap, sebelumnya bertemu dengan Arwiyanto di Rumah Makan Bu Rika Desa Sako Duo Kecamatan Kayu Aro Barat, setelah pertemuan tersebut, Arwiyanto Bedeng 8, sementara Mardianto kerumahnya, namun tidak lama kemudian Arwiyanto dan Mardianto bertemu di Rumah Pajak Bedeng 8.

“sejak awal kami sudah curiga, makanya kami ikuti, ketika mardianto masuk ke mobil pak remon (panggilan Arwiyanto), tidak lama Mardianto keluar, Mobil Arwiyanto kabur, kami bersama warga mengejar Mardianto” ungkap sihong tim satgas dan tim MODIS kayu aro barat kepada media kerincitmeco.id.

Setelah keluar dari Mobil Arwiyanto kaya sihong ia bersama warga lainnya mengejar Mardianto hingga ke Pasar Minggu arah Sungai Renah, dan Mardianto ditangkap bersama barang bukti 300 ribu rupiah.

Setelah penangkapan tersebut, mardianto dibawa ke Panwas setempat untuk dilaporkan dan diminta ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku, “kita kejar, dan akhirnya ditangkap di pasar minggu, dan kita bawa ke panwas, saat ini kami di panwas, ada juga polisi disini” ungkapnya selasa 26/6/2018 pukul 08.00 wib.

Seperti diketahui bahwa dalam PKPU nomor 4 tahun 2017 Pasal 71 ayat 1 kampanye pilkada Parpol atau paspol atau tim kampaye dilarang menjanjikan atau memberi uang untuk mempengaruhi pemilih. (jia)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Berita Terkait By Google News

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful