
Kerincitime.co.id., Berita Sungai Penuh – Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Sungai Penuh yang berlokasi di Renah Kayu Embun (RKE) menuai sorotan tajam.
Hasil dilapangan yang disampaikan oleh Edward, aktivis Sungai Penuh, pada hari Jum’at, 23/01 menemukan kondisi TPA yang diduga dibiarkan terbengkalai, dengan berbagai fasilitas penting tidak berfungsi dan tidak terawat.
Ia menemukan dugaan kuat terkait alat pengolahan sampah dalam kondisi rusak dan tidak difungsikan, padahal alat tersebut dibeli menggunakan anggaran negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk pelayanan publik.
Selain itu, sejumlah bangunan di area TPA tampak hancur dan tidak terurus, memperkuat dugaan lemahnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh.
Ironisnya, di area TPA juga terdapat alat berat yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat, namun saat peninjauan dilakukan tidak ditemukan satu pun petugas yang berjaga.
Dengan kondisi ini dinilai rawan, baik terhadap potensi kerusakan aset daerah maupun risiko kecelakaan di kawasan TPA.
Lebih memprihatinkan lagi, tumpukan sampah sudah terlihat sejak dari pintu masuk menuju lokasi utama TPA, menandakan bahwa sistem pengelolaan dan penataan sampah tidak berjalan optimal.
Situasi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi kondisi tersebut, Edwar langsung angkat bicara dan menilai bahwa kondisi TPA RKE mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.
“TPA ini dibangun dengan dana besar, tapi kenyataannya dibiarkan rusak dan tidak terurus. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk kegagalan dalam mengelola aset publik. DLH harus bertanggung jawab dan menjelaskan ke mana anggaran perawatan selama ini,” tegas Edwar.
Ia juga mendesak agar Pemerintah Kota Sungai Penuh segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan TPA, termasuk mengecek kondisi alat, bangunan, serta pola kerja petugas di lapangan.
“Kalau alat rusak, bangunan hancur, dan tidak ada penjagaan, lalu bagaimana sampah kota ini dikelola dengan baik? Jangan sampai masyarakat terus jadi korban dari buruknya tata kelola,” tambahnya.
Sementara itu, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada respons maupun klarifikasi dari pihak DLH.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan, perawatan aset, serta transparansi penggunaan anggaran pengelolaan TPA yang seharusnya dialokasikan setiap tahun.
Publik pun mendesak agar pemerintah daerah dan aparat pengawas internal segera melakukan audit dan tindakan tegas jika ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan TPA Renah Kayu Embun. (Rgo/Feng)





