Budaya Kota Sungai Warisan Peradaban Dunia

Budaya Kota Sungai Warisan Peradaban Dunia
Oleh: Budhi Vj.Rio Temenggung Tuo
Sejarah kebudayaan di Kota Sungai Penuh tidak bias dilepaskan dari kebudayaan Kerinci, karena Kota Sungai Penuh merupakan bagian dari wilayah Kerinci sebelum dimekarkan pada 8 nopember 2008.
Suku Kerinci sebagaimana juga halnya dengan suku-suku lain di Sumatra termasuk ras Mongoloid Selatan berbahasa Austronesia. Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci termasuk dalam kategori Melayu, dan paling dekat dengan Minangkabau dan Melayu Jambi. Sebagian besar suku Kerinci menggunakan bahasa Kerinci, yang memiliki beragam dialek, yang bisa berbeda cukup jauh antar satu tempat dengan tempat lainnya di dalam wilayah Kabupaten Kerinci. Untuk berbicara dengan pendatang biasanya digunakan bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia (yang masih dikenal dengan sebutan Melayu Tinggi).
Suku Kerinci memiliki aksara yang disebut surat incung yang merupakan salah satu variasi surat ulu. Sebagian penulis seperti Van Vollenhoven memasukkan Kerinci ke dalam wilayah adat (adatrechtskring) Sumatera Selatan, sedangkan yang lainnya menganggap Kerinci sebagai wilayah rantau Minangkabau. Suku Kerinci merupakanmasyarakat matrilineal.
Sebagaimana diketahui dari Naskah Tanjung Tanah, naskah Melayu tertua yang ditemukan di Kerinci, pada abad ke-14 Kerinci menjadi bagian dari kerajaanMalayu dengan Dharmasraya sebagai ibu kota. Setelah Adityawarman menjadi maharaja maka ibu kota dipindahkan keSaruaso dekat Pagaruyung di Tanah Datar
Di Bumi alam Kerinci termasuk Kota Sungai Penuh Propinsi Jambi merupakan pusat tradisi megalitik, peninggalan batu batu megalitik merupakan khas kebudayaan yang ditemukan di pusat inti Melayu yakni di wilayah alam Kerinci, Peninggalan kebudayaan dipusat inti melayu pada daerah pegunungan bukit barisan umurnya jauh lebih tua bila dibandingkan dengan kebudayaan disepanjang pantai timur maupun pantai barat pulau Sumatera.

Kebudayaan disepanjang pantai umumnya merupakan peninggalan kebudayaan Hindu, Budha dan Islam.Sedangkan di pegunungan bukit barisan seperti di alam Kerinci termasuk Kota Sungai Penuh adalah peninggalan prasejarah kebudayaan dynamisme dan animisme..Disamping peninggalan megaltik batu besar, di daerah ini banyak ditemui peninggalan kebudayaan mikrolit yang digunakan untuk perkakas rumah tangga seperti pasu batu, lumpang batu,lesung batu.dll.
Situs Batu Gong Nenek di Betung
Situs ini merupakan sebuah batu selindrik yang memiliki relief berada di dalam kawasan perladangan masyarakat di desa Kumun Mudik, dapat dikunjungi setiap waktu dengan jarak 5 kilo meter dari pusat Kota Sungai Penuh. Batu ini memiliki ukuran panjang 3 meter dengan diameter 0,84 meter, memiliki motif manusia kangkang dan pola hias lingkaran yang memeuni semua permukaan batu.Batu menhir ini terletak diatas permukaan tanah dengan posisi membujur menghadap kearah gunung Kerinci.Jenis menhir ini memiliki kesamaan dengan ornament relief kebudayaan Dingson di Vietnam.
Fungsi menhir ini digunakan oleh komunitas manusia prasejarah di masanya untuk kepentingan ritual pemujaan terhadap roh roh nenek moyang yang telah meninggal dunia. Pola hias yang terdapat pada menhir ini sama seperti menhir menhir lain yang teradapat di alam Kerinci,kebanyakan bercorak lingkaran yang melambangkan matahari.
Simbol matahari menurut kepercayaan masyarakat suku Kerinci di masa lalu merupakan symbol yang melambangkan matahari yang mengandung makna kesuburan tanah dan ketentraman roh roh nenek moyang yang telah meninggal dunia.
Kronologi batu andesit silindrik berelief ini dipergunakan pada mass antara1,000- 600 tahun SM,Situs ini merupakan salah satu cagar budaya yang berada di Kota Sungai Penuh
Batu Sorban
Situs Batu Sorban berada di Desa Sungai Liuk dapat dikunjungi dengan jarak 4 kilo meter dari Kota Sungai Penuh,Batu Megalitik ini memiliki ukuran pnjang sekitar 2,,5 meter,Lebar 1,6 meter dan tinggi 50 Cm,Situs ini terbuat dari batu alam.Keadaan posisi membujur arah utara dan Selatan menghadap ke gunung Kerinci,Hiasan diatas permukaan batu memiliki kemiripan dengan sorban yang dibentangkan.Menurut kepercayaan masyarakat setempat batu ini dimasa lalu digunakan oleh nenek moyang untuk melakukan sembahyang.
Kira kira 150 meter dari batu sorban terdapat terdapat sebuah bukit,dan di bukit ini dimakamkan nenek moyang’Talago Undang Koto Bingin. Catatan sejarah menunjukkan dikawasan lokasi batu Serban merupakan situs pemukiman purba tempat asal muasal nenek moyang orang suku Kerinci.
Tidak jauh dari lokasi ini terdapat sebuah sumur besar dengan luas permukaan sekitar 2,5, meter X 3 meter,dan konon menurut kepercayaan masyarakat sumur ini dihuni oleh ular ‘Sawo pandak”
Batu Tuguk
Di Desa Koto Lolo Kecamatan Pesisir Bukit sekitar 3 Km dari Kota Sungai Penuh terdapat batu andesit yang diberi nama batu tuguk atau batu topi.Batu tuguk ini bila di telentangkan terlihat seperti sebuah baskom atau pasu dengan ukuran diameter sekitar 75 Cm dan tinggi sekitar35 Cm.
Kondisi batu tuguk ini mengalami kerusakaan karena dipecahkan oleh masyarakat yang belum memahami nilai sejarah batu ini.Untuk menyelamatkan artefak ini di simpan di dalam jirat/makam nenek moyang di Desa Koto Lolo.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Apa Komentar Anda Tentang Artikel Ini?

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful