JambiNasional

Honorer Jangan Abaikan PPPK Guru, Karena Juknis Pengadaan Berlaku Tahun Ini

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah menerbitkan tiga petunjuk teknis (Juknis) pengadaan aparatur sipil negara (ASN) tahun ini.

Ketiga juknis tersebut adalah PermenPAN-RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan PNS, PermenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pengadaan PPPK jabatan fungsional guru tahun 2021, dan PermenPAN-RB Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pengadaan PPPK jabatan fungsional.

Menurut Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur KemenPAN-RB Katmoko Ari Sambodo, dari ketiga regulasi tersebut, hanya PermenPAN-RB 28/2021 yang masa berlakunya tahun ini sedangkan dua lainnya berlaku multiyears.

“Jadi aturan-aturan PPPK guru dalam PermenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021 tidak berlaku selain tahun ini saja,” kata pria yang akrab disapa Ari itu di Jakarta, Senin (14/6).

Baca juga:  Selama Pandemi, Belasan Kepala Daerah Meninggal Dunia

Dia berharap guru-guru honorer bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendaftar PPPK. Sebab, aturan PPPK 2021 sangat pro guru honorer.

Ini bisa dilihat dari beberapa aturan seleksi. Guru honorer diberikan kesempatan tes 3 kali. Untuk guru swasta dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG) juga diberikan kesempatan tes 2 kali.

“Bagi lulusan PPG yang belum pernah mengajar bisa mendaftar tahun ini,” ujarnya.

Ketentuan lainnya adalah adanya afirmasi nilai kompetensi teknis yang mencapai 100 persen. Selain itu tambahan nilai ini berlaku akumulatif.

Dia mencontohkan guru honorer K2 yang tidak memiliki sertifikat pendidik bisa mendapatkan afirmasi 10 persen. Ditambah 15 persen dari afirmasi usia di atas sehingga totalnya 25 persen.
“Jika guru honorer K2-nya penyandang disabilitas ditambah lagi 10 persen sehingga bisa mendapatkan 35 persen,” ucapnya.

Baca juga:  Pekan Ini KPK Turun ke Jambi Periksa 16 Terpidana Korupsi Ketok Palu RAPBD

Sementara itu, untuk guru honorer, swasta, dan lulusan PPG yang memiliki sertifikat pendidik bisa mendapatkan tambahan nilai kompetensi teknis 100 persen.

Golongan para guru tersebut sudah mencapai 100 persen, sehingga kata Ari, tidak lagi ditambahkan afirmasi dari sisi usia, honorer K2 maupun disabilitas.

“Jadi tambahan nilai kompetensi teknis maksimal 100 persen,” pungkasnya. (Irw)
Sumber: Jpnn

Show More
Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>